Lulusan

Seperti Apa Lulusan SABar?

Setelah membaca begitu banyak kegiatan, wajar bila Ayah Bunda bertanya: anak seperti apa sebenarnya yang ingin ditumbuhkan SABar? Halaman ini menjawabnya bukan dengan daftar nilai, melainkan gambaran manusia.

Remaja SABar memegang buku portofolio di depan saung belajar

Bukan daftar nilai, melainkan gambaran manusia

Di banyak sekolah, "lulusan" diringkas menjadi angka: nilai akhir, peringkat, atau sekolah lanjutan yang berhasil dimasuki. Di Sekolah Alam Baturraden (SABar), kami memilih memulai dari pertanyaan yang lebih sederhana dan lebih sulit: ketika anak ini kelak berdiri sendiri di dunia, orang seperti apa dia?

Jawabannya berpijak pada visi sekolah, yaitu menumbuhkan manusia yang berakhlak, berlogika, dan berkecakapan hidup. Tiga kata itu terdengar singkat, tetapi di baliknya ada bertahun-tahun kebiasaan kecil yang diulang setiap hari: menyapa fasilitator saat datang, mencuci piring sendiri selepas makan, merawat tanaman di raised bed, berjualan di Market Day, mendaki bukit dan menemukan batas diri, lalu merefleksikannya di akhir hari.

Gambaran lulusan di halaman ini bukan janji bahwa setiap anak akan sama. Justru sebaliknya. Di SABar tidak ada ranking, karena setiap anak unik dan punya cahayanya sendiri. Yang kami gambarkan adalah arah: ke mana kami mengajak setiap Sobat SABar bertumbuh, dengan kecepatan dan jalan masing-masing.

Selaras dengan Profil Lulusan nasional

Ayah Bunda mungkin pernah mendengar istilah Profil Lulusan yang kini dipakai pemerintah untuk menggantikan Profil Pelajar Pancasila. Profil itu memuat delapan dimensi: keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.

Kami tidak memandang profil nasional dan profil SABar sebagai dua hal yang bersaing. Akhlak di SABar memuat keimanan dan kewargaan. Logika memuat penalaran kritis dan kreativitas. Kemandirian dan kepemimpinan memuat kolaborasi, kemandirian, dan kesehatan, karena anak yang setiap hari bergerak di alam tumbuh dengan tubuh yang kuat. Produktif dalam berkarya memuat komunikasi, karena setiap karya di SABar berakhir dengan presentasi dan pameran. Perbedaannya ada pada cara mencapainya: di sini dimensi-dimensi itu tidak dipelajari sebagai bab buku, melainkan dijalani lewat pengalaman.

Bertumbuh bertahap, dari Sobat Kecil sampai Sobat SM

Usia dini (Mercury dan Venus Class)

Ciri lulusan hadir dalam bentuk paling sederhana: datang ke sekolah tanpa ditunggui, makan tanpa disuapi, membereskan mainan, mengucapkan maaf, permisi, tolong, dan terima kasih, serta mengenal sampah organik dan anorganik.

Sekolah dasar (Earth sampai Neptune Class)

Anak mulai berkebun secara serius, mengikuti Market Day, berlatih public speaking, mengelola bekal dan perlengkapannya sendiri, serta mengenal Al-Qur'an lewat metode Ummi dengan penekanan pada pengamalan.

Sekolah Menengah (Milky Way dan Andromeda Class)

Kompetensi disusun berjenjang: magang yang makin luas cakupannya, live-in yang makin jauh dari rumah, project dari pertunjukan ke pameran hingga mengelola acara, mountaineering dari dasar hingga tingkat lanjut, dan bisnis dari rencana usaha hingga studi kelayakan. Semua terekam dalam buku portofolio pengembangan diri.

Sekolah Kemandirian dan SLC

Bagi Sobat Kemandirian, ciri yang sama diterjemahkan ke dalam target kemandirian yang bermakna bagi hidupnya sehari-hari, disusun bersama orang tua setelah observasi.

Nilai SABAR sebagai pengikat

Enam ciri lulusan di atas dijaga oleh nilai lembaga yang disingkat SABAR: Soulful, Akhlak, Beyond, Achieve, Responsibility. Belajar dengan hati, berpijak pada akhlak, melampaui dinding kelas, mencapai capaian diri sendiri tanpa dibandingkan dengan anak lain, dan memikul tanggung jawab sesuai usia. Slogan lulusan SABar, "Discover the Great in You", merangkum semuanya: tugas sekolah bukan mencetak anak menjadi sesuatu, melainkan membantunya menemukan kebesaran yang sudah ada dalam dirinya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah lulusan SABar bisa melanjutkan ke sekolah atau perguruan tinggi umum?
Bisa. TK dan SD Alam Baturraden adalah sekolah formal, sedangkan Sekolah Menengah berjalan lewat pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C di bawah PKBM Alam Purwokerto yang ijazahnya diakui untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Rincian jalurnya bisa dibaca di halaman Sekolah Menengah.
Apakah ada ranking atau juara kelas di SABar?
Tidak ada. SABar tidak memeringkat anak karena setiap anak unik. Perkembangan anak dibicarakan lewat Progress Report tiap triwulan, bukan dibandingkan dengan teman sekelasnya.
Bagaimana sekolah tahu anak sudah mencapai ciri-ciri ini?
Lewat observasi harian fasilitator, catatan anekdot, hasil karya, unjuk kerja, dan portofolio yang dikumpulkan dari waktu ke waktu, lalu dibahas bersama orang tua.
Apakah profil ini berlaku juga untuk anak berkebutuhan khusus?
Arahnya sama, bentuknya disesuaikan. Bagi Sobat Kemandirian, target disusun secara individual bersama orang tua dan terapis sekolah agar bermakna bagi kehidupannya sehari-hari.

Gambaran di halaman ini paling mudah dipahami dengan melihatnya langsung: anak-anak yang mencuci piringnya sendiri, remaja yang mempresentasikan rencana usahanya, atau Sobat Kemandirian yang menyiapkan sepatu botnya sebelum ke kebun. Ayah Bunda dipersilakan berkunjung dan berbincang dengan admin SPMB SABar.