Di banyak sekolah, "lulusan" diringkas menjadi angka: nilai akhir, peringkat, atau sekolah lanjutan yang berhasil dimasuki. Di Sekolah Alam Baturraden (SABar), kami memilih memulai dari pertanyaan yang lebih sederhana dan lebih sulit: ketika anak ini kelak berdiri sendiri di dunia, orang seperti apa dia?
Jawabannya berpijak pada visi sekolah, yaitu menumbuhkan manusia yang berakhlak, berlogika, dan berkecakapan hidup. Tiga kata itu terdengar singkat, tetapi di baliknya ada bertahun-tahun kebiasaan kecil yang diulang setiap hari: menyapa fasilitator saat datang, mencuci piring sendiri selepas makan, merawat tanaman di raised bed, berjualan di Market Day, mendaki bukit dan menemukan batas diri, lalu merefleksikannya di akhir hari.
Gambaran lulusan di halaman ini bukan janji bahwa setiap anak akan sama. Justru sebaliknya. Di SABar tidak ada ranking, karena setiap anak unik dan punya cahayanya sendiri. Yang kami gambarkan adalah arah: ke mana kami mengajak setiap Sobat SABar bertumbuh, dengan kecepatan dan jalan masing-masing.