Bersama Orang Tua
Setiap tiga bulan, Ayah Bunda duduk bersama fasilitator dan membicarakan satu anak: apa yang sudah tumbuh, apa yang sedang ia perjuangkan, dan apa yang bisa dilakukan rumah dan sekolah bersama-sama.
Di banyak sekolah, hari pembagian rapor adalah hari angka: nilai per mata pelajaran, rata-rata, dan kadang peringkat di kelas. Di Sekolah Alam Baturraden (SABar), hari itu adalah hari bercerita. Laporan perkembangan anak disebut Progress Report, diterbitkan setiap triwulan, dan ditulis sebagai narasi tentang perjalanan seorang anak selama tiga bulan terakhir.
SABar tidak memeringkat anak, karena setiap anak unik dan berjalan di lintasannya sendiri. Anak yang baru berani masuk kelas tanpa ditunggui dan anak yang baru menyelesaikan proyek pertamanya sama-sama sedang bertumbuh; keduanya layak diceritakan, bukan dibandingkan. Progress Report menjadi cara sekolah menghormati perjalanan itu, sekaligus mengajak Ayah Bunda melihat anak secara utuh.
Kebiasaan salam dan senyum, antre, kata-kata maaf, permisi, tolong, dan terima kasih, serta pembiasaan ibadah sesuai usia.
Bagaimana anak menyampaikan keinginan, mendengarkan teman, dan bekerja dalam kelompok, termasuk kosakata bahasa Inggris yang mulai ia pakai.
Rasa ingin tahu, cara anak memecahkan masalah, dan ide-ide yang muncul dalam proyek tematik.
Makan tanpa disuapi, mengurus barang sendiri, memanjat dan bergelantung, sampai mengurus diri setelah berkegiatan di alam.
Minat yang mulai terlihat dan keterampilan yang terus dilatih, dari memasak sederhana hingga berjualan di Market Day.
Membuang sampah pada tempatnya, mengenal sampah organik dan anorganik, menanam dan merawat tanamannya sendiri.
Di SD, laporan juga dilengkapi catatan tentang bakat anak dan laporan harian yang menjadi bahan percakapan. Di Sekolah Menengah, portofolio pengembangan diri, proyek, dan magang menjadi bagian dari laporan.
Bahan Progress Report dikumpulkan sepanjang triwulan lewat pengamatan fasilitator, catatan anekdot, percakapan dengan anak, penugasan, unjuk kerja, dan hasil karya. Semuanya dihimpun dalam portofolio anak lalu dianalisis per triwulan dan per semester. Karena itu, yang dibaca Ayah Bunda bukan hasil satu hari ujian, melainkan rangkuman tiga bulan kehidupan anak di sekolah.
Pendekatan ini sejalan dengan cara SABar memandang belajar: anak bukan hanya nilai rapornya. Kemampuan membaca dan berhitung tetap dicatat, tetapi berdampingan dengan keberanian mencoba, kesabaran menunggu giliran, dan kepedulian pada teman.
Beberapa pertemuan Progress Report dirangkai dengan momen sekolah seperti Pitching Business, pentas TK dan Sekolah Kemandirian, atau puncak Festival Budaya. Dengan begitu, Ayah Bunda tidak hanya membaca tentang perkembangan anak, tetapi menyaksikannya.
Progress Report dirancang sebagai percakapan dua arah, sehingga kehadiran orang tua pada pertemuannya sangat berarti. Fasilitator membawa pengamatan dari sekolah; Ayah Bunda membawa pengamatan dari rumah. Dari keduanya, gambaran anak menjadi lebih jujur, dan langkah berikutnya lebih tepat. Rincian jadwal pertemuan tiap triwulan disampaikan sekolah kepada orang tua di awal tahun ajaran.
Kalau Ayah Bunda ingin tahu seperti apa rasanya membicarakan anak, bukan angkanya, datanglah berkunjung dan bertanya langsung kepada fasilitator kami tentang bentuk Progress Report di unit yang Ayah Bunda tuju.