2011–2012: Langkah pertama
TK Alam Baturraden berdiri pada September 2011 dan mulai beroperasi pada Juli 2012, melayani Play Group dan TK dengan pendekatan Belajar Bersama Alam.
Mengenal SABar
SABar tidak lahir sebagai ekosistem yang lengkap. Ia tumbuh perlahan, dan hampir setiap langkahnya berawal dari kebutuhan anak dan permintaan orang tua.
Setiap sekolah punya cerita awal, dan cerita SABar dimulai dari keyakinan para pendirinya bahwa anak belajar paling baik ketika ia mengalami langsung, di tengah alam, dengan akhlak sebagai pijakannya. Pada September 2011, keyakinan itu mewujud menjadi sebuah sekolah alam untuk anak usia dini di Baturraden, di kaki Gunung Slamet. Kegiatan belajar yang sesungguhnya dimulai pada Juli 2012, ketika anak-anak pertama datang ke saung-saung di tengah hutan damar.
Nama "Sekolah Alam Baturraden" kemudian lebih dikenal dengan singkatannya, SABar, sebuah kata yang kebetulan juga menjadi sikap yang paling sering dibutuhkan ketika menemani anak tumbuh. Dari sekolah kecil itu, satu demi satu jenjang dan layanan bertambah. Tidak ada yang direncanakan sebagai lompatan besar; semuanya menyusul kebutuhan yang nyata.
TK Alam Baturraden berdiri pada September 2011 dan mulai beroperasi pada Juli 2012, melayani Play Group dan TK dengan pendekatan Belajar Bersama Alam.
SD Alam Baturraden memperoleh izin operasional pada akhir 2014, sehingga anak-anak yang lulus TK dapat melanjutkan dengan cara belajar yang sama, di lingkungan yang sama.
Pendampingan untuk anak berkebutuhan khusus ditata dalam prosedur yang berlaku lintas jenjang, dan pendekatan terapi berbasis alam yang kini disebut SaNGaT SABar terus dikembangkan selama lebih dari satu dekade.
Orang tua yang anaknya akan lulus SD meminta jalur lanjutan dengan pendekatan serupa. Dari permintaan itu lahir PKBM Alam Purwokerto, "sekolah saudara" Sekolah Alam Baturraden, yang memperoleh izin operasional pada 2019 dan menaungi Sekolah Menengah serta Sekolah Kemandirian.
PKBM menjalin nota kesepahaman dengan perguruan tinggi di Purwokerto, dan kegiatan live-in Sekolah Menengah mulai membawa remaja tinggal bersama masyarakat di luar kabupaten.
Pada Tahun Ajaran 2025/2026 SABar menegaskan arahnya lewat tagline "SABar School It's a Wellbeing School". Pada tahun yang sama PKBM Alam Purwokerto memperoleh akreditasi B dari BAN-PDM untuk Paket A, B, dan C.
Mulai Tahun Ajaran 2026/2027 SABar berada di bawah Yayasan Sekolah Rumah Indonesia, dan pengelolaan sekolah dijalankan oleh para pengurus bersama kepala sekolah tiap unit. SABar Learning Centre melengkapi ekosistem dengan layanan inklusi di Kabupaten Cilacap.
SABar School memperingati hari lahirnya setiap 23 September. Tonggak di atas disusun dari dokumen sekolah dan data resmi pemerintah; cerita-cerita kecil di baliknya biasanya lebih hidup bila didengar langsung dari fasilitator saat Ayah Bunda berkunjung.
Bagian perjalanan yang paling kami sukai adalah lahirnya PKBM Alam Purwokerto. Ketika angkatan-angkatan pertama SD Alam Baturraden mendekati kelulusan, para orang tua datang dengan pertanyaan yang sama: setelah ini ke mana? Mereka telah melihat anaknya tumbuh dengan cara belajar sekolah alam dan tidak ingin cara itu berhenti di kelas enam.
Jawabannya adalah pendidikan kesetaraan. Melalui PKBM, remaja dapat menempuh Paket B yang setara SMP dan Paket C yang setara SMA, dengan ruang yang lebih luas untuk minat bakat, magang, live-in, dan proyek nyata. Orang tua sendiri yang kemudian menjulukinya "sekolah minat dan bakat". Sobat SM, sebutan untuk murid Sekolah Menengah, kini belajar di Milky Way Class dan Andromeda Class.
Pola yang sama berulang pada layanan inklusi. Keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus mencari sekolah yang menerima anaknya tanpa memisahkannya dari teman-teman sebaya. Dari kebutuhan itu tumbuh Sekolah Kemandirian dengan Sun Class, dan belakangan SABar Learning Centre dengan Coral Class di Cilacap.
Dalam lima belas tahun, banyak hal berubah. Jumlah saung bertambah, kebun berkembang menjadi taman sensori dengan area herbal, bedengan, dan area produksi. Nama yayasan berganti. Cara mengelola sekolah ditata ulang agar tiap unit lebih dekat dengan kebutuhan murid dan keluarganya. Tagline pun berkembang, dari "Merawat Fitrah, Menyalakan Potensi" di buku pegangan orang tua TK hingga "SABar School It's a Wellbeing School" yang kini menjadi payung semua unit.
Tetapi ada yang tidak berubah sejak hari pertama. Akhlak tetap menjadi pijakan setiap kegiatan. Alam tetap menjadi ruang kelas harian, bukan acara tahunan. Fasilitator tetap berjalan di samping anak, bukan di depannya. Dan setiap anak tetap dipandang sebagai bintang dengan cahayanya sendiri, sehingga tidak ada yang diperingkat atau dibandingkan.
Perjalanan SABar juga tidak berjalan sendirian. SABar adalah anggota Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN), jejaring sekolah alam di berbagai daerah Indonesia yang saling berbagi praktik dan kurikulum Belajar Bersama Alam. Dari jejaring inilah SABar menyerap gagasan bahwa membangun sekolah alam adalah bagian dari membangun peradaban, bukan sekadar mendirikan lembaga.
Di dalam jejaring itu SABar membawa ciri khasnya sendiri: layanan inklusi yang menyatu dengan keseharian sekolah dan jalur yang berlanjut dari usia dini sampai setara SMA. Cerita selengkapnya tentang jejaring ini ada di halaman Jejaring & Mitra.
Halaman ini merangkum tonggak-tonggak besarnya, tetapi perjalanan sebuah sekolah paling terasa ketika Ayah Bunda melihat hasilnya hari ini: anak-anak yang berkegiatan di saung dan kebun yang sama tempat semuanya bermula. Lanjutkan ke halaman SABar School Hari Ini, atau jadwalkan kunjungan melalui admin SPMB SABar.