Cara Belajar › Filosofi
Angka 8 di kolom matematika tidak menceritakan bahwa anak itu kini berani menyapa orang asing, sudah tidak disuapi, dan tadi pagi menenangkan temannya yang menangis. Di SABar, cerita itulah yang ingin kami sampaikan kepada orang tua.
Banyak orang tua datang ke Sekolah Alam Baturraden (SABar) dengan cerita yang mirip: anaknya pulang sekolah dengan nilai bagus tetapi tidak bahagia, atau nilai biasa saja tetapi dicap "kurang" padahal di rumah ia anak yang cekatan dan penuh ide. Rapor angka hanya memotret satu sisi, dan sering kali sisi itu bukan yang paling penting di usia anak.
SABar tidak anti pada angka. Membaca, menulis, berhitung, dan hafalan dicatat dengan tertib sejak TK di kartu evaluasi anak, dan di SD serta Sekolah Menengah ada penilaian sesuai kurikulum nasional. Yang ditolak adalah membiarkan angka menjadi satu-satunya cerita tentang seorang anak.
Perkembangan anak di SABar dilihat dari banyak sisi sekaligus: akademik, karakter dan akhlak, sosial, emosi, fisik, kemandirian, kreativitas, dan minat. Di TK, sisi-sisi ini diterjemahkan menjadi enam domain target pencapaian yang menjadi kerangka Progress Report.
| Domain | Contoh yang diamati |
|---|---|
| Akhlak, leadership, ibadah | Salim dan senyum, antre, memakai empat kata ajaib (maaf, permisi, tolong, terima kasih), wudhu dan shalat, hafalan surat, doa, dan hadits |
| Komunikasi dan sosial | Menyampaikan keinginan, bergabung bermain, berbagi, mulai akrab dengan kosakata Inggris sehari-hari |
| Logika dan kreativitas | Bertanya, mengamati, mencoba, membuat karya dari bahan di sekitar |
| Bantu diri dan motorik | Sekolah tanpa ditunggui, makan tanpa disuapi, toilet mandiri, membereskan mainan, memanjat, bergelantung |
| Bakat dan life skill | Hal yang paling membuat anak tekun: gerak dan lagu, bercerita, memasak, crafting, berkebun |
| Lingkungan dan konservasi | Membuang sampah pada tempatnya, mengenal sampah organik dan anorganik, menanam dan merawat tanaman |
Di SD, kerangkanya menyesuaikan usia: selain rapor narasi ada rapor bakat, laporan harian, dan workbook per triwulan. Di Sekolah Menengah, portofolio pengembangan diri, kemampuan presentasi, proyek kolaborasi, dan riset sederhana menjadi bagian dari penilaian empat pilar.
Menilai delapan sisi anak tidak bisa dilakukan dengan satu lembar ujian. Yang dilakukan fasilitator SABar adalah mengamati anak dalam kegiatan nyata, menulis catatan anekdot tentang momen-momen kecil yang bermakna, berbincang dengan anak, memberi penugasan, melihat unjuk kerja, dan menyimpan hasil karyanya. Semua itu dikumpulkan dalam portofolio dan dianalisis setiap triwulan dan semester.
Di TK, tiap pekan ada target evaluasi dengan tingkatan pencapaian yang bertahap, dari yang dasar sampai yang paling dalam. Misalnya pada tema tanaman: mengenal tanaman, lalu mengenal namanya, lalu mengenal manfaatnya. Tingkatan itu menggambarkan kedalaman pemahaman anak, bukan posisinya dibanding teman.
Pekan pertama di TK, targetnya bukan huruf atau angka, melainkan mengenal identitas diri dan teman: mampu menyebutkan siapa dirinya, mengenal teman sekelas, lalu mau bermain bersama. Dari situ anak baru siap belajar hal lain.
Semua pengamatan itu dirangkum dalam Progress Report setiap tiga bulan. Bentuknya narasi: cerita tentang apa yang sudah tumbuh pada anak, apa yang sedang ia latih, dan apa yang bisa dilakukan bersama di rumah. Progress Report tidak sekadar dikirim pulang. Ia disampaikan dalam pertemuan dengan orang tua, sering kali dirangkai dengan acara seperti Pitching Business, pentas, atau Student Recognition di akhir tahun, sehingga Ayah Bunda melihat karya anak sambil mendengar ceritanya.
Karena laporannya tentang anak sendiri, tidak ada ranking di SABar. Tidak ada kolom peringkat, tidak ada pengumuman juara kelas. Setiap anak unik, dan membandingkan dua anak yang berbeda jalan tumbuhnya tidak memberi informasi yang berguna bagi siapa pun.
Kalau Ayah Bunda ingin melihat seperti apa bentuk Progress Report dan bagaimana fasilitator bercerita tentang anak, mari berkunjung. Admin SPMB SABar dapat membantu mengatur waktu berbincang dengan fasilitator di jenjang yang Ayah Bunda tuju.