Awal tahun
Salam dan salim sambil menatap lawan bicara; tersenyum saat bertemu orang lain; menjawab dengan sopan saat dipanggil.
Cara Belajar › Sehari di SABar
Sebelum huruf pertama dibaca dan benih pertama ditanam, ada hal yang lebih dulu diurus setiap pagi di SABar: hati yang siap, badan yang tenang, dan salam yang disambut.
Pagi di Sekolah Alam Baturraden (SABar) punya urutan yang sama setiap hari, dan urutan itu dimulai sejak anak masih di kendaraan. Di TK, anak dibiasakan turun dengan kaki kanan, bersalaman dengan fasilitator yang menyambut, mengucap salam, lalu berjalan sendiri ke tempat barangnya. Orang tua atau pengantar tidak ikut menunggu di kelas; anak dilepas bertahap sampai ia yakin bisa memasuki harinya sendiri.
Hal-hal kecil itu terdengar sepele, tetapi dilakukan ratusan kali dalam setahun. Di pekan-pekan pertama, target pembiasaan Sobat Kecil hanya satu: mengucap salam dan bersalaman sambil menatap orang yang diajak bersalaman. Beberapa pekan kemudian, targetnya bergeser menjadi tersenyum ketika bertemu orang lain, lalu menjawab dengan sopan ketika dipanggil namanya. Adab tidak diajarkan sebagai bab, melainkan dilatih selapis demi selapis.
Setelah barang tersimpan dan waktu awal untuk membaca, menulis, berhitung, atau hafalan selesai, anak-anak duduk melingkar. Circle time adalah jantung pagi di SABar. Isinya doa pembuka kelas, muroja'ah surat pendek dan doa harian, nyanyian, permainan singkat, dan morning talk: siapa yang semalam tidur nyenyak, siapa yang membawa cerita, siapa yang hari ini sedang sedih.
Di lingkaran itu fasilitator membaca kesiapan emosi anak. Anak yang datang sambil menangis karena berpisah dengan ibunya tidak langsung diminta mengerjakan sesuatu; ia diberi waktu di dalam lingkaran sampai tenang. Anak yang terlalu bersemangat diajak bergerak lewat permainan sebelum diminta duduk. Pada pendekatan untuk anak berkebutuhan khusus, lingkaran ini kadang dilakukan di bawah pohon dengan batu emosi yang membantu anak menamai perasaannya. Prinsipnya sama di semua kelas: belajar hanya bisa dimulai ketika anak merasa aman.
Di SD, pagi bisa diawali "janji pagi" dan doa, lalu anak berkumpul di depan saung sebelum menuju raised bed atau kegiatan hari itu. Bentuknya berbeda dari TK, tetapi fungsinya sama: menandai bahwa hari belajar sudah dimulai bersama-sama.
Pembiasaan shalat dhuha dan belajar Al-Qur'an mengisi pagi di semua jenjang SABar dengan porsi yang disesuaikan usia. Anak TK belajar wudhu, kadang lewat lagu, lalu shalat bersama; hafalan surat pendek, hadits, dan doa diganti tiap beberapa pekan dan diulang di circle time. Membaca Al-Qur'an dipelajari dengan metode Ummi secara bertahap sesuai kemampuan anak, berlanjut di SD dan Sekolah Menengah.
Yang ditekankan bukan panjang hafalannya, melainkan pengamalannya. Hadits tentang menyebarkan salam dipelajari pada pekan yang sama ketika anak berlatih mengucap salam; hadits tentang kebersihan berdampingan dengan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya; hadits tentang senyum sebagai sedekah berdampingan dengan target tersenyum pada orang lain. Al-Qur'an dan adab pagi di SABar adalah satu rangkaian, bukan dua pelajaran.
Ada empat kata yang disebut "kata ajaib" di SABar: maaf, permisi, tolong, dan terima kasih. Keempatnya dilatih dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sehari-hari, diulang terus sampai keluar tanpa diminta. Bersamanya ada kebiasaan antre, meminta izin sebelum melakukan sesuatu, dan berani mengungkapkan keinginan dengan sopan. Di sebagian kelas, poster 5S (salam, sopan, santun, senyum, sapa) menjadi pengingat yang dibuat bersama.
Aturan kelas pun tidak turun dari atas. Di SABar, kesepakatan kelas dibuat bersama anak-anak di awal tahun, sehingga ketika seorang anak melanggar, yang diingatkan adalah janji yang ia buat sendiri. Inilah yang dimaksud pembiasaan, bukan ceramah karakter: anak tidak diberi tahu bahwa ia harus sopan, melainkan diberi lingkungan yang membuat kesopanan menjadi hal paling wajar untuk dilakukan.
Salam dan salim sambil menatap lawan bicara; tersenyum saat bertemu orang lain; menjawab dengan sopan saat dipanggil.
Meminta sesuatu dengan sopan dan mengantre; meminta izin sebelum melakukan sesuatu; berani mengungkapkan keinginan.
Empat kata ajaib; berani menawarkan bantuan kepada teman; menjaga dan menyayangi teman; mau bergabung bermain.
Adab makan dan minum; berbagi mainan, makanan, dan buku; berkata jujur; mau meminta maaf dan memaafkan.
Urutan di atas adalah pembiasaan akhlak di TK Alam Baturraden sepanjang satu tahun ajaran. Di jenjang yang lebih tinggi, pagi yang beradab tumbuh menjadi tanggung jawab yang lebih besar: memimpin doa, menyiapkan tempat untuk teman-temannya, dan di Sekolah Menengah, menjalani kurikulum aqil baligh yang menyiapkan remaja memikul tanggung jawab atas dirinya sendiri.
Pagi adalah waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke SABar, karena di situlah terlihat bagaimana anak disambut dan bagaimana lingkaran kecil itu bekerja. Ayah Bunda bisa mengatur waktunya bersama admin SPMB SABar.