Al-Qur'an & Penilaian
Di SABar tidak ada juara kelas. Bukan karena anak-anak tidak dinilai, melainkan karena setiap anak dibandingkan dengan dirinya sendiri tiga bulan yang lalu, bukan dengan teman di sebelahnya.
Pengelola SABar menegaskannya dengan sederhana: sekolah tidak memeringkat anak, karena setiap anak unik. Di balik kalimat pendek itu ada cara pandang yang panjang. Anak dipandang sebagai bintang yang memiliki cahayanya sendiri, bukan bulan yang memantulkan cahaya orang lain. Bintang tidak perlu diurutkan untuk tahu bahwa ia bersinar.
Ranking menjawab satu pertanyaan: siapa yang lebih tinggi dari siapa. Pertanyaan itu jarang berguna bagi anak, dan sering melukai. Anak di urutan bawah belajar bahwa ia kalah; anak di urutan atas belajar takut kehilangan tempatnya. Keduanya berhenti bertanya "apa yang sudah saya pelajari?"
Yang ingin dijawab SABar adalah pertanyaan kedua itu. Karena itu penilaiannya berbentuk cerita perkembangan, bukan daftar urutan.
Tanpa ranking bukan berarti tanpa penilaian. Justru penilaian di SABar berlangsung setiap hari, hanya bentuknya berbeda dari ulangan di akhir bab. Fasilitator mengamati anak saat ia mengantre, memanjat, bertanya, berjualan di Market Day, atau menyerah lalu mencoba lagi.
Fasilitator mencatat kejadian nyata: "hari ini memilih menunggu giliran tanpa diingatkan" lebih bermakna daripada angka.
Anak ditanya, diminta bercerita, dan diberi tugas yang sesuai tema pekan.
Tanaman yang dirawat, kue yang dijual, cerita yang dibukukan, presentasi di depan orang tua.
Semua bukti itu dikumpulkan dalam portofolio tiap anak dan dianalisis per triwulan dan semester. Di TK, calistung dan hafalan dicatat harian di kartu evaluasi yang wajib masuk rapor portofolio. Di SD, selain nilai mata pelajaran sesuai ketentuan nasional, ada rapor narasi, rapor bakat, daily report, dan fun workbook per triwulan. Di Sekolah Menengah, penilaian mencakup kognitif, afektif, dan psikomotor lewat observasi, tanya jawab, dan unjuk kerja, ditambah buku portofolio pengembangan diri.
Progress Report tidak hanya memuat kemampuan akademik. Sebagai gambaran, Progress Report TK menilai enam domain perkembangan yang saling melengkapi.
| Domain | Contoh yang diamati |
|---|---|
| Akhlak, Leadership & Ibadah | Salim, senyum, antre, empat kata ajaib, wudhu dan sholat, hafalan surat, doa, hadits |
| Communication & Social Skill | Bercerita, menyebut nama benda dalam dua bahasa, bergaul dengan teman |
| Logic & Creativity | Membilang, mengenal huruf dan hijaiyah, menyusun puzzle, berkarya seni |
| Self Help & Physical Motor | Sekolah tanpa ditunggui, makan tanpa disuapi, toilet mandiri, memanjat, meronce |
| Talent & Life Skill | Gerak dan lagu, bercerita, perkusi, crafting |
| Environment & Conservation | Membuang sampah, memilah organik dan anorganik, menanam dan merawat tanaman |
Di SD dan jenjang menengah, domain berkembang mengikuti empat pilar: akhlak, logika, leadership, dan bisnis, dengan ruang khusus untuk bakat lewat rapor bakat dan portofolio. Untuk Sobat Kemandirian, laporan mengikuti rencana individual tiap anak.
Empat kali dalam setahun, orang tua diundang ke sekolah untuk Progress Report. Ini bukan pembagian rapor yang selesai dalam lima menit. Ini percakapan: fasilitator menceritakan apa yang berkembang, apa yang sedang sulit, minat apa yang terlihat, dan dukungan apa yang dibutuhkan anak, lalu mendengarkan cerita Ayah Bunda dari rumah.
Dalam kalender sekolah, Progress Report sering digabung dengan momen anak menunjukkan karyanya: Pitching Business, Pitching Project, pentas, atau Festival Budaya. Dengan begitu, orang tua tidak hanya membaca tentang anaknya, tetapi melihatnya langsung. Progress Report akhir tahun ditutup dengan Student Recognition, pengakuan atas perjalanan tiap anak, bukan pengumuman peringkat.
Sebelum tiap triwulan dimulai, orang tua juga menerima pemaparan rencana program tiga bulan ke depan. Jadi Progress Report selalu bisa dibaca terhadap rencana yang sudah disepakati bersama.
Kehadiran Ayah Bunda di Progress Report sangat berarti, karena laporan ini dirancang untuk dibicarakan, bukan sekadar dibaca. Pengaturan waktunya disampaikan sekolah kepada orang tua tiap triwulan.
Sobat SABar tetap mengikuti asesmen sesuai ketentuan nasional untuk jenjangnya: penilaian tengah dan akhir semester di SD, ujian sekolah di akhir jenjang, serta ujian kesetaraan Paket B dan Paket C di PKBM Alam Purwokerto. Nilai-nilai itu ada di rapor dan dipakai sebagaimana mestinya untuk melanjutkan pendidikan.
Perbedaannya ada pada cara nilai itu diperlakukan. Nilai adalah satu informasi di antara banyak informasi tentang anak, bukan penentu harga dirinya. Nilai tidak diumumkan di depan kelas, tidak diurutkan, dan tidak dijadikan alat membandingkan satu anak dengan anak lain. Anak boleh tahu nilainya; yang lebih penting adalah ia tahu apa yang sudah bisa dan apa yang perlu dicoba lagi.
Kalau Ayah Bunda ingin melihat seperti apa bentuk Progress Report dan portofolio anak, datanglah berkunjung. Fasilitator dan admin SPMB SABar dengan senang hati menunjukkan contohnya dan menjawab pertanyaan Ayah Bunda.