Orang Tua & SPMB
Pindah sekolah adalah perjalanan besar bagi seorang anak. Di SABar, kami menyiapkannya bersama Ayah Bunda, pelan-pelan dan dimulai dari percakapan.
Alasan keluarga memindahkan anak bermacam-macam. Ada yang pindah tugas ke Banyumas. Ada anak yang terlihat lelah dan kehilangan semangat di sekolah lamanya, lalu orang tuanya mencari tempat yang memberi lebih banyak ruang bergerak dan bertanya. Ada remaja yang ingin menekuni minatnya dan membutuhkan jalur belajar yang lebih lentur. Ada pula anak berkebutuhan khusus yang keluarganya mencari sekolah dengan pendampingan yang menyatu dengan keseharian.
Sekolah Alam Baturraden (SABar) menerima murid pindahan di semua unit: TK, SD, Sekolah Menengah, Sekolah Kemandirian, dan SABar Learning Centre. Pindah di tengah tahun ajaran pun dimungkinkan, selama kelas dan bentuk dukungan yang dibutuhkan anak sudah dibicarakan bersama. Yang terpenting bagi kami bukan dari mana anak datang, melainkan bagaimana ia bisa merasa aman dan tumbuh di tempat yang baru.
Untuk murid pindahan, sekolah biasanya meminta akta kelahiran, kartu keluarga, serta dokumen dari sekolah asal seperti rapor terakhir dan surat keterangan pindah. Untuk jenjang Sekolah Menengah, ijazah atau surat keterangan lulus jenjang sebelumnya juga diperlukan. Rincian berkas sesuai unit dan kondisi anak akan disampaikan admin SPMB setelah percakapan, dan berkas boleh menyusul bila belum lengkap saat formulir diisi.
Anak yang pindah dari sekolah dengan jam duduk yang panjang biasanya membutuhkan waktu untuk terbiasa dengan hari yang banyak dihabiskan di luar: berkebun di bedengan, berjalan ke sungai, mencuci piring sendiri setelah makan siang. Sebaliknya, anak yang datang dari homeschooling mungkin perlu waktu untuk terbiasa dengan lingkaran pagi dan kesepakatan kelompok. Keduanya wajar, dan fasilitator mengenal betul masa peralihan seperti ini.
Di SABar, perkembangan anak tidak dibandingkan dengan anak lain dan tidak diperingkat. Apa yang dicatat adalah perjalanan anak itu sendiri: dari titik ia datang sampai titik ia berada sekarang. Karena itu murid pindahan tidak perlu "mengejar" siapa pun. Yang ia butuhkan hanyalah waktu, teman, dan orang dewasa yang sabar menemaninya.
Untuk murid pindahan di Sekolah Menengah, percakapan juga menyentuh minat dan arah: bidang apa yang ingin ditekuni, magang seperti apa yang menarik, dan bagaimana jalur kesetaraan Paket B atau Paket C melanjutkan pendidikan yang sudah dijalani sebelumnya.
Masa peralihan paling lancar ketika rumah dan sekolah bergerak searah. Fasilitator akan berbagi apa yang mereka amati pada pekan-pekan awal, dan Ayah Bunda dapat bercerita bagaimana anak membicarakan sekolah barunya di rumah. Percakapan dua arah ini berlanjut dalam Progress Report tiap triwulan dan pertemuan orang tua. Bila ada kekhawatiran, sampaikan lebih dulu kepada fasilitator kelas; bila perlu, pembicaraan dilanjutkan kepada kepala unit.
Kalau Ayah Bunda sedang mempertimbangkan pindah, langkah paling ringan adalah bercerita dulu kepada admin SPMB SABar. Tidak ada keputusan yang harus diambil hari ini; yang ada hanyalah percakapan tentang anak Ayah Bunda.