Mengapa SABar
Pertanyaan ini lebih penting daripada "apakah SABar sekolah yang bagus". Sekolah yang baik bagi satu keluarga belum tentu tepat bagi keluarga lain, dan kami ingin membantu Ayah Bunda menjawabnya dengan jujur.
Kami percaya pada pendekatan Sekolah Alam Baturraden (SABar). Tetapi kami juga tahu bahwa setiap keluarga punya nilai, harapan, dan keadaan yang berbeda, dan tidak semua akan merasa cocok dengan cara belajar di sini. Memaksakan kecocokan hanya akan membuat anak, orang tua, dan sekolah sama-sama lelah.
Karena itu halaman ini ditulis bukan untuk meyakinkan, melainkan untuk membantu menimbang. Kami akan menceritakan anak dan keluarga seperti apa yang biasanya berkembang di SABar, hal-hal yang sering mengejutkan orang tua baru, dan pertanyaan-pertanyaan yang sebaiknya Ayah Bunda jawab sendiri sebelum memutuskan. Pada akhirnya, jawaban yang paling jujur hanya bisa ditemukan dengan datang dan melihat.
Jawaban singkatnya: hampir semua anak, asalkan keluarganya sejalan. Anak yang aktif dan tidak betah duduk menemukan ruang untuk bergerak. Anak yang pendiam menemukan kelompok kecil dan kegiatan nyata yang perlahan membuatnya berani. Anak yang suka bertanya menemukan alam sebagai sumber pertanyaan yang tidak habis-habis. Anak yang suka hal akademik menemukan alasan nyata untuk menghitung, membaca, dan meneliti.
Anak berkebutuhan khusus menemukan sekolah yang memang dirancang inklusif, dengan kelas bersama, Sekolah Kemandirian, dan pendekatan SaNGaT SABar yang menyatukan pendidikan dan terapi. Bentuk dukungan untuk tiap anak dibicarakan bersama orang tua setelah masa observasi, karena kebutuhan setiap anak berbeda.
Yang lebih menentukan sebenarnya bukan jenis anaknya, melainkan apa yang diharapkan orang tuanya dari sekolah.
Keluarga yang rela anaknya memakai sepatu sendiri, mencuci piring sendiri, dan membawa perlengkapannya sendiri, lalu melanjutkan kebiasaan itu di rumah.
Keluarga yang ingin Al-Qur'an diamalkan dalam keseharian, bukan hanya dihafal, dan yang mau menjadi teladan di rumah.
Keluarga yang tidak panik bila anak lebih sering di kebun daripada di balik meja, karena tahu akademik tetap berjalan dengan cara yang berbeda.
Keluarga yang lebih ingin tahu "apa yang berkembang pada anak saya" daripada "anak saya nomor berapa".
Keluarga yang bersedia hadir di Sekolah Orang Tua, Progress Report, Parent Day, dan Family Camp, serta memandang sekolah sebagai mitra, bukan tempat penitipan.
Keluarga yang senang anaknya tumbuh bersama teman-teman dengan kemampuan dan latar yang berbeda-beda.
Inilah bagian yang paling jujur. Ada beberapa hal yang sering mengejutkan orang tua baru, dan lebih baik Ayah Bunda mengetahuinya sekarang.
Tidak ada jawaban benar atau salah. Kalau sebagian besar jawaban Ayah Bunda condong ke arah pendekatan SABar, kemungkinan besar keluarga ini akan sejalan. Kalau banyak yang ragu, itu bukan berarti pintu tertutup; artinya Ayah Bunda perlu datang dan melihat lebih dulu.
Alur penerimaan di SABar memang dirancang untuk keraguan seperti ini. Tidak ada formulir yang harus diisi di awal. Langkah pertamanya adalah datang dan berbincang dengan sekolah, lalu anak mengikuti observasi, dan baru setelah kedua pihak merasa sejalan proses dilanjutkan. SABar juga menerima murid pindahan dengan alur yang sama.
Saat berkunjung, Ayah Bunda bisa melihat anak-anak berkegiatan, bertanya apa saja kepada fasilitator dan kepala sekolah, dan membicarakan kebutuhan ananda secara terbuka, termasuk soal biaya yang memang menyesuaikan kebutuhan tiap anak. Kami lebih senang Ayah Bunda memutuskan setelah melihat, daripada memutuskan karena membaca.
Tidak ada halaman yang bisa menjawab pertanyaan ini sepenuhnya. Datanglah ke Baturraden, bawa ananda, lihat satu pagi bersama Sobat SABar, dan berbincanglah dengan admin SPMB SABar. Keputusan yang diambil setelah melihat biasanya lebih tenang dan lebih tepat.