Bersama Orang Tua
Di SABar, orang tua bukan hanya mengantar dan menjemput. Pada Parent Day, Ayah Bunda berdiri di depan lingkaran anak-anak dan menjadi guru tamu dengan keahlian yang dibawa dari kehidupan sehari-hari.
Bayangkan pagi di Venus Class. Seorang ibu yang sehari-hari bekerja sebagai perawat datang membawa stetoskop, dan anak-anak bergiliran mendengar detak jantung temannya. Di hari lain, seorang ayah yang bertani membawa bibit dan mengajak anak-anak menanam di bedengan. Di Sekolah Menengah, seorang orang tua yang berwirausaha bercerita tentang bagaimana ia memulai usahanya, lalu menjawab pertanyaan remaja yang sedang menyiapkan Market Day mereka.
Itulah Parent Day di Sekolah Alam Baturraden (SABar): kesempatan bagi orang tua untuk menjadi guru tamu dan membawa profesi, keahlian, atau hobinya menjadi pengalaman belajar anak. Anak belajar bahwa ilmu tidak hanya datang dari fasilitator dan buku, tetapi dari orang-orang dewasa di sekitarnya, termasuk ayah dan ibu teman sekelasnya. Orang tua pun melihat dari dekat bagaimana anak-anak bertanya, mencoba, dan menanggapi.
Anak bisa belajar tentang profesi dari gambar di buku. Tetapi belajar melalui pertemuan dengan orang yang menjalaninya adalah pengalaman yang berbeda. Ketika seorang ayah menunjukkan bagaimana ia mengukur kayu sebelum memotongnya, matematika tiba-tiba punya alasan. Ketika seorang ibu bercerita bagaimana ia melayani pembeli dengan sabar, akhlak terlihat sebagai sesuatu yang dipraktikkan, bukan diceramahkan.
Parent Day sejalan dengan cara SABar memandang belajar: pengalaman nyata adalah guru yang paling membekas. Ia juga sejalan dengan program Learn to Maestro, ketika anak-anak belajar langsung dari orang yang berkarya di bidangnya. Bedanya, pada Parent Day sang maestro adalah orang tua dari teman sendiri, sehingga jarak antara anak dan "ahli" terasa sangat dekat.
Di TK, Parent Day juga menjadi saat karya anak-anak dipamerkan dan dilelang. Karya dari barang bekas yang dibuat sepanjang semester, buku cerita yang disusun bersama fasilitator, atau hasil crafting pekan-pekan sebelumnya ditata agar bisa dilihat keluarga. Orang tua bukan hanya melihat, tetapi ikut menghargai proses anak dengan cara yang menyenangkan.
Bagi anak, melihat karyanya diperhatikan orang dewasa yang ia sayangi adalah pengalaman yang menguatkan. Bagi orang tua, pameran ini sering menjadi jendela untuk melihat sisi anak yang jarang tampak di rumah: ketekunannya, idenya, atau caranya bekerja sama dengan teman.
Tidak perlu profesi yang terdengar istimewa. Memasak makanan keluarga, merawat tanaman, memperbaiki sepeda, membaca cerita, atau berbagi kebiasaan di tempat kerja sudah cukup menjadi bahan belajar yang kaya. Fasilitator akan membantu menyesuaikan bentuk kegiatan dengan usia anak dan tema yang sedang dipelajari kelas. Bentuk dan jadwal Parent Day di tiap unit disampaikan sekolah kepada orang tua di awal tahun ajaran.
Keterlibatan orang tua sebagai sumber belajar tidak berhenti di hari itu. SABar juga mengenal tugas bersama keluarga, yaitu proyek sederhana yang dikerjakan anak bersama orang tua di rumah, sering kali dari barang bekas dan tanpa biaya besar. Dari sana anak belajar bahwa rumahnya pun adalah tempat belajar, dan Ayah Bunda adalah guru pertama yang tidak tergantikan.
Setiap Ayah Bunda membawa cerita dan keahlian yang berharga bagi anak-anak. Bila ingin tahu bagaimana orang tua ikut mewarnai hari belajar di SABar, datanglah berkunjung dan berbincang dengan kami.