Mengenal SABar
Setelah lebih dari satu dekade bertumbuh perlahan, Sekolah Alam Baturraden (SABar) kini menjadi ekosistem belajar dari usia dini sampai jenjang setara SMA, untuk anak yang beragam. Inilah potretnya hari ini.
Bila Ayah Bunda datang ke SABar pagi hari, yang terlihat bukan satu gedung dengan deretan kelas, melainkan anak-anak dari berbagai usia yang sedang berkegiatan di tempat yang berbeda-beda: Sobat Kecil TK berkeliling kebun, murid SD berkumpul di depan saung, remaja Sobat SM menyiapkan rencana Market Day, dan Sobat Kemandirian berjalan di jalur tekstur bersama pendampingnya. Semua itu berlangsung di bawah satu nama: SABar School.
Secara kelembagaan, SABar School hari ini menaungi tiga satuan pendidikan yang masing-masing punya nama legal, NPSN, dan kepala sekolah sendiri. Ketiganya dijalankan dengan pendekatan yang sama, yaitu Belajar Bersama Alam, empat pilar sekolah alam, dan kebiasaan Qur'ani yang dijalani lewat pengalaman nyata. Yang membedakan hanyalah usia anak dan bentuk layanannya.
| Satuan pendidikan | Layanan | Kepala | NPSN |
|---|---|---|---|
| TK Alam Baturraden | Play Group dan TK: Mercury Class (TK A), Venus Class (TK B), termasuk layanan inklusi | Ahmad Agus Prasojo, S.Pd. | 69978243 |
| SD Alam Baturraden | Kelas 1–6: Earth, Mars, Jupiter, Saturn, Uranus, dan Neptune Class | Ahmad Qomaruddin, S.Pd. | 69888674 |
| PKBM Alam Purwokerto | Sekolah Menengah (Milky Way Class setara SMP, Andromeda Class setara SMA), Sekolah Kemandirian (Sun Class), SABar Learning Centre (Coral Class) | Syarif Hidayat, S.H. | P9984932 |
Tempat Sobat Kecil mengenal sekolah sebagai petualangan: circle time, eksplorasi tematik di kebun dan hutan, pembiasaan adab, dan outbound yang disesuaikan usia. Anak usia kelompok bermain belajar bersama di kelas TK A.
Kurikulum nasional dipertemukan dengan kurikulum sekolah alam. Anak belajar matematika dari bedengan tanam, bahasa dari cerita yang mereka tulis sendiri, dan tanggung jawab dari piring yang dicuci sendiri.
Jalur pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C untuk remaja, dengan fokus minat bakat, magang, live-in, dan kemandirian. Orang tua sering menyebutnya "sekolah minat dan bakat".
Unit inklusi untuk anak berkebutuhan khusus dari usia TK sampai SM, dikelompokkan per kluster dalam Sun Class, dengan pendekatan SaNGaT SABar (Special Needs Green Therapy).
Unit inklusi SABar yang melayani keluarga di Kabupaten Cilacap, berada di bawah PKBM Alam Purwokerto, dengan nama kelas Coral Class.
Kampus TK dan SD berada di wilayah Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, di kaki Gunung Slamet. Lingkungannya hutan damar dengan saung-saung belajar, masjid, taman, dapur, dan kebun. Kebun itu bukan hiasan: ada area tanaman herbal, bedengan tanam (raised bed), bank pakan, area produksi dengan singkong dan pepaya, serta area terapi dan pembelajaran yang dirawat anak-anak sendiri. Di sinilah sebagian besar "kelas" SABar berlangsung setiap hari.
PKBM Alam Purwokerto, rumah bagi Sekolah Menengah dan Sekolah Kemandirian, beralamat di wilayah Purwokerto Utara, dan sebagian kegiatannya juga memakai kampus Baturraden. Karena tiap unit punya titik lokasi sendiri, cara paling mudah untuk mengenalnya adalah datang langsung. Alamat lengkap dan peta ada di halaman kontak → /kontak
Mulai Tahun Ajaran 2026/2027 SABar berada di bawah Yayasan Sekolah Rumah Indonesia. Sebelumnya, sejak awal berdiri, sekolah dinaungi Yayasan Masyarakat Madani Indonesia Baru; selama masa peralihan, sebagian data resmi seperti Dapodik mungkin masih mencantumkan nama lama. Pada tahun ajaran yang sama, pengelolaan sekolah dijalankan oleh para pengurus bersama kepala sekolah tiap unit, agar keputusan tentang anak dibuat oleh orang-orang yang setiap hari bersama mereka.
Perubahan ini tidak mengubah hal yang paling penting: anak tetap belajar di kebun yang sama, bersama fasilitator yang sama, dengan nilai yang sama. Cerita lengkapnya ada di halaman yayasan & pengelolaan → /mengenal/yayasan
Sejak Tahun Ajaran 2025/2026 SABar memakai tagline "SABar School It's a Wellbeing School". Maknanya sederhana tetapi menuntut: sekolah harus menjadi tempat anak merasa aman, diterima, dan bertumbuh, dan hal yang sama berlaku bagi fasilitator serta orang tua.
Rencana kerja sekolah menerjemahkan arah itu ke beberapa hal yang bisa dirasakan keluarga: menjaga kualitas pembelajaran di tiap kelas, memperbaiki layanan kepada orang tua dan masyarakat, melatih fasilitator secara rutin melalui upgrading pekanan dan outbound fasilitator, mengembangkan laboratorium sekolah berupa kebun dan area terapi, serta menumbuhkan unit usaha sekolah agar anak dan fasilitator sama-sama belajar menghasilkan nilai.
Beberapa hal yang membuat SABar seperti sekarang: anggota Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN); PKBM Alam Purwokerto terakreditasi B oleh BAN-PDM pada 2025; Sekolah Orang Tua SABar (SOS) berjalan rutin; dan layanan informasi sekolah dijalankan dengan platform ASIS.
Nama yayasan bisa berganti, unit bisa bertambah, tetapi ada hal-hal yang dari dulu sama di SABar. Pagi dimulai dengan salim dan adab, bukan dengan bel. Alam adalah ruang belajar harian, bukan tujuan wisata tahunan. Anak berkebutuhan khusus belajar di tengah teman-temannya, bukan di ruang terpisah. Orang tua diajak ikut belajar lewat SOS, Family Camp, dan Progress Report tiap triwulan. Dan tidak ada ranking, karena setiap anak punya cahayanya sendiri.
Inilah SABar hari ini: sekolah yang masih bertumbuh, jujur tentang apa yang sedang diperbaiki, dan terbuka bagi keluarga yang ingin melihatnya langsung.
Potret di halaman ini hanya gambaran dari jauh. SABar paling mudah dipahami dengan datang pagi hari, melihat anak-anak berkegiatan, dan berbincang dengan fasilitator serta admin SPMB. Ayah Bunda bisa menjadwalkan kunjungan kapan saja.