Mengenal SABar
Satu halaman untuk melihat seluruh ekosistem SABar: siapa yang kami layani, di mana, dengan cara apa, dan apa yang menyatukan semuanya.
| Hal | Keterangan |
|---|---|
| Nama | Sekolah Alam Baturraden (SABar School) |
| Penyelenggara | Yayasan Sekolah Rumah Indonesia |
| Lokasi | Baturraden dan Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah; SABar Learning Centre di Kabupaten Cilacap |
| Satuan pendidikan | TK Alam Baturraden, SD Alam Baturraden, PKBM Alam Purwokerto |
| Jenjang | Play Group dan TK, SD, pendidikan kesetaraan Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA) |
| Pendekatan | Kurikulum nasional disinergikan dengan kurikulum sekolah alam Belajar Bersama Alam; empat pilar akhlak, logika, kepemimpinan, bisnis |
| Sifat | Sekolah inklusi untuk anak reguler dan anak berkebutuhan khusus |
| Jejaring | Anggota Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN) |
| Tagline | SABar School It's a Wellbeing School |
Tabel di atas adalah kerangkanya. Paragraf-paragraf berikut mengisi kerangka itu dengan gambaran yang lebih hidup, agar Ayah Bunda bisa membayangkan di mana anak akan berada pada tiap tahap usianya.
Sobat Kecil belajar di Mercury Class (TK A) dan Venus Class (TK B); anak usia kelompok bermain ikut bersama kelas TK A. Harinya diisi circle time, eksplorasi tema, farming di raised bed, outbound, dan pembiasaan doa serta salat dhuha.
Kelas 1 sampai 6 dinamai Earth, Mars, Jupiter, Saturn, Uranus, dan Neptune Class. Selain literasi dan numerasi, anak mengenal memanah, wall climbing, rappelling, tubing, jungle cooking, trekking, berenang, dan life skill seperti housekeeping dan fun cooking.
Sobat SM menempuh Paket B di Milky Way Class dan Paket C di Andromeda Class. Fokusnya minat bakat, magang berjenjang, Learn to Maestro, live-in, mountaineering, dan kemandirian menuju dewasa.
Sobat Kemandirian di Sun Class, dikelompokkan per kluster dari usia TK hingga SM, didampingi secara individual dengan pendekatan terapi berbasis alam.
Coral Class membawa layanan inklusi SABar ke Kabupaten Cilacap, di bawah PKBM Alam Purwokerto.
Market Day dua pekan sekali, program bahasa Inggris setiap Sabtu, Progress Report tiap triwulan, dan Sekolah Orang Tua SABar bagi Ayah Bunda.
Yang menyatukan kelima unit itu adalah cara belajarnya. Di SABar, alam bukan tujuan darmawisata tahunan, melainkan ruang kelas sehari-hari. Kampus TK dan SD berada di lingkungan hutan damar di kaki Gunung Slamet, dengan saung belajar, kebun, dan taman sensori yang dirancang sebagai laboratorium hidup: area tanaman herbal, bedengan sayur, bank pakan, dan area produksi yang hasilnya diolah anak sendiri.
Kurikulum khas sekolah alam yang kami pakai disebut Belajar Bersama Alam (BBA). Ia dikembangkan di Jaringan Sekolah Alam Nusantara, mengedepankan kearifan lokal, dan disinergikan dengan kurikulum nasional. Artinya anak tetap mengikuti capaian pembelajaran yang diakui pemerintah, tetapi cara mencapainya melalui pengalaman: perencanaan tematik bergaya spider web yang menghubungkan banyak bidang ilmu dalam satu tema, worksheet yang lahir dari kegiatan nyata di kebun, dan refleksi di akhir hari.
Dilatih lewat teladan dan kebiasaan: salam, antre, empat kata ajaib (maaf, permisi, tolong, terima kasih), doa, dan tanggung jawab atas barang sendiri.
Dibangun lewat action learning, Belajar Bersama Alam, dan pembelajaran mendalam, dengan orientasi pada literasi, numerasi, dan sains.
Ditumbuhkan lewat outbound, green therapy, life skill, dan pengalaman memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain.
Diasah lewat Market Day sejak TK, business mentoring, magang, dan Learn to Maestro di jenjang remaja.
Tiga hal berikut sering ditanyakan orang tua yang baru mengenal SABar, dan ketiganya bukan program tambahan, melainkan bagian dari hari biasa.
Pertama, Al-Qur'an. SABar memakai metode Ummi untuk belajar membaca Al-Qur'an, dan penekanannya pada pengamalan dalam kehidupan sehari-hari. Menghafal itu baik, tetapi yang dihafal harus dijalani: dalam cara menyapa, cara makan, cara memperlakukan tanaman dan teman.
Kedua, inklusi. Anak berkebutuhan khusus belajar di lingkungan yang sama dengan teman-temannya, dengan dukungan yang disesuaikan. Pendekatan terapi kami, SaNGaT SABar (Special Needs Green Therapy), memadukan sensori motor, komunikasi, sosial, bantu diri, pra-akademik, dan talents & life skill dalam kegiatan di alam. Bentuk dukungan untuk tiap anak dibicarakan bersama orang tua setelah masa observasi.
Ketiga, life skill. Anak mengurus dirinya sendiri sesuai usianya: menyiapkan sepatu bot dan jas hujan, mencuci piring setelah makan siang dari katering SABar, memilah sampah, merawat tanamannya, dan di jenjang remaja, mengelola proyek serta magang. Kemandirian di SABar tidak diajarkan sebagai mata pelajaran; ia dijalani.
Ekosistem SABar tidak lengkap tanpa keluarga. Sekolah Orang Tua SABar (SOS) berkumpul secara rutin sepanjang tahun, mulai dari kelas tumbuh kembang hingga Family Camp dan Quranic Camp. Parent Day memberi orang tua tempat sebagai guru tamu, Family Day mempertemukan semua keluarga, dan Tapake Ramane menjadi ruang khusus para ayah. Progress Report tiap triwulan disampaikan dalam pertemuan tatap muka, karena kami ingin membicarakan anak, bukan sekadar menyerahkan lembar nilai.
Satu pandangan di halaman ini memberi peta, tetapi peta bukan perjalanan. Kalau Ayah Bunda ingin tahu jenjang mana yang paling cocok untuk anak, halaman Unit & Jenjang membantu menimbangnya, dan admin SPMB SABar siap berbincang sebelum apa pun diputuskan.