Program & Kegiatan
Di SABar, kebun, sungai, pasar, dapur, dan masyarakat sekitar adalah bagian dari kelas. Halaman ini memetakan apa saja yang dialami Sobat SABar dari TK hingga jenjang setara SMA.
Ayah Bunda mungkin pernah membaca brosur sekolah yang memuat puluhan nama program. Di SABar, kami lebih suka menjelaskannya dengan satu kalimat: anak belajar melalui pengalaman, bukan hanya belajar tentang sesuatu. Berkebun bukan ekstrakurikuler yang ditempel setelah pelajaran usai; ia adalah tempat matematika, sains, bahasa, dan tanggung jawab bertemu dalam satu kegiatan.
Karena itu, program di halaman ini tidak berdiri terpisah dari kurikulum. Empat pilar sekolah alam, yaitu akhlak, logika, kepemimpinan, dan bisnis, dijalani lewat outbound, farming, Market Day, magang, live-in, dan panggung tahunan. Dokumen sekolah menyebut metode ini secara jelas: kepemimpinan dilatih lewat Outbound Learning dan Green Therapy, mental bisnis lewat magang dan Learn to Maestro, logika lewat Belajar Bersama Alam.
Pengalaman tiap jenjang tentu berbeda. Sobat Kecil di Mercury Class dan Venus Class bermain di raised bed dan mengikuti outbound yang disesuaikan usianya. Murid SD menambah memanah, wall climbing, trekking, dan tahfidz. Sobat SM menempuh magang, live-in, dan mountaineering yang bertingkat. Sobat Kemandirian dan murid SLC menjalani semuanya dalam irama yang disesuaikan kebutuhannya.
Laboratorium terbesar SABar adalah lingkungan Baturraden sendiri: hutan damar, kebun, curug, sungai, dan desa. Dari sini lahir outbound, camping, trekking, dan perjalanan belajar.
Dari sikat gigi dan sepatu bot sampai memasak, mencuci, dan merawat lingkungan. Tuntutan kemandirian tumbuh bersama usia, dari TK hingga remaja.
Capturing Talent, Learn to Maestro, project dan portofolio, magang, serta Market Day yang digelar dua pekan sekali di semua unit.
Festival Budaya, Festival Talent, Festival Sains, pentas akhir tahun, dan agenda sepanjang tahun yang menjadi ruang anak bersuara.
Kegiatan SABar mengikuti irama tahun ajaran. Ada yang berulang setiap pekan, seperti farming dan outbound di TK, atau Market Day yang bergiliran per kelas setiap dua pekan. Ada yang berulang setiap triwulan, seperti Progress Report yang dibicarakan langsung bersama orang tua. Ada pula yang datang setahun sekali: Family Camp, Festival Budaya, Quranic Camp, Festival Sains, dan Akhirussanah.
Irama ini membuat anak punya sesuatu untuk dinantikan, sekaligus memberi orang tua gambaran kapan mereka bisa hadir dan ikut terlibat. Rincian agenda setiap tahun disampaikan sekolah kepada orang tua pada rapat awal tahun ajaran.
Kegiatan di alam menyenangkan, tetapi juga menuntut persiapan. Setiap kegiatan outbound dan perjalanan disiapkan fasilitator sesuai usia anak, didampingi selama berlangsung, dan untuk kegiatan tertentu seperti sekolah malam atau outing, sekolah meminta persetujuan tertulis orang tua terlebih dahulu. Permainan berdampak tinggi memakai alat keselamatan khusus. Anak juga dibiasakan menyiapkan dirinya sendiri: sepatu bot, jas hujan, baju ganti, dan topi.
Semua program di halaman ini juga dijalani anak berkebutuhan khusus, baik yang belajar di kelas reguler maupun di Sekolah Kemandirian dan SLC. Pendekatan SaNGaT SABar (Special Needs Green Therapy) menjadikan farming, texture walk, dan circle time di bawah pohon sebagai bagian dari terapi yang menyatu dengan keseharian sekolah. Penjelasannya ada di halaman Inklusi.
Cara paling jujur mengenal program SABar adalah melihatnya langsung: anak-anak di raised bed, suara kentongan latihan, atau meja Market Day yang ramai. Ayah Bunda boleh datang dulu, melihat, dan bertanya apa saja.