Dibandingkan dengan...
Ketika istilah Merdeka Belajar mulai akrab di telinga orang tua, sekolah alam sudah lama belajar di bawah pohon damar. Di SABar, keduanya tidak bersaing; keduanya bersinergi.
Ayah Bunda yang mencari sekolah sering bertanya: "SABar pakai Kurikulum Merdeka atau kurikulum sekolah alam?" Jawabannya: keduanya, dan itu bukan kompromi.
Secara formal, TK Alam Baturraden, SD Alam Baturraden, dan PKBM Alam Purwokerto menjalankan kurikulum nasional. Modul pembelajaran SD disusun per kelas berbasis Kurikulum Merdeka, dengan mata pelajaran yang akan Ayah Bunda kenali: Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPAS, Seni, dan PJOK. Di jenjang menengah, Paket B dan Paket C mengikuti ketentuan pendidikan kesetaraan.
Di atas pijakan itu, SABar menjalankan kurikulum khas sekolah alam yang dikembangkan Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN), yaitu Belajar Bersama Alam (BBA), yang mengedepankan kearifan lokal. Kurikulum nasional menjawab "apa yang harus dikuasai anak"; BBA menjawab "bagaimana anak mengalaminya".
Sekolah alam di Indonesia sudah hadir jauh sebelum kebijakan Merdeka Belajar diperkenalkan. TK Alam Baturraden sendiri berdiri sejak 2011. Karena itu, banyak hal yang kini disebut sebagai semangat Merdeka Belajar justru terasa seperti bahasa yang sudah lama diucapkan sekolah alam.
Kami sengaja tidak mengklaim bahwa Kurikulum Merdeka meniru sekolah alam; klaim seperti itu memerlukan sumber yang tidak kami miliki. Yang bisa kami tunjukkan adalah keselarasan praktiknya.
Jauh sebelum istilah projek penguatan profil pelajar dikenal, Sobat SABar sudah menyusun proyek dari tema pekan: menanam, memanen, mengolah, lalu menjualnya di Market Day.
Saung tanpa dinding, raised bed, kebun, sungai, dan pasar adalah ruang belajar harian, bukan tujuan karyawisata.
Luas daun, jarak tempuh, arus sungai, dan kedalaman gua adalah soal matematika yang tidak perlu dikarang.
Ambil contoh satu rencana pembelajaran SD fase B yang disebut sekolah sebagai model "Salam Kearifan". Tema tiga pekannya "Me and Around Me". Di dalamnya, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPAS, Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, dan leadership bekerja bersama, bukan bergantian di jam yang terpisah.
Alurnya runtut: pekan dibuka dengan ayat inspirasi, lalu anak mengalami langsung (experiential), bertanya dan menyelidiki (inquiry), mencari tahu lebih dalam (research-based), merancang inovasi dan solusi, dan menutup dengan refleksi. Dalam tema itu anak menanam kangkung di raised bed: belajar kedalaman lubang dan jarak tanam, menunggu masa panen, dan mengaitkannya dengan kemandirian pangan serta tanggung jawab di hadapan Allah.
Ritme hariannya sederhana: janji pagi, doa, berkumpul di depan saung, eksplorasi di raised bed masing-masing, lalu refleksi. Capaian pembelajaran nasional tetap tercapai; cara mencapainya yang membuat anak ingat.
Arah kebijakan nasional terbaru menekankan pembelajaran mendalam, dan dokumen perencanaan SABar untuk tahun ajaran 2026/2027 sudah memakai Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) per fase dan kelas. Bagi fasilitator SABar, ini bukan format yang asing. Pilar logika di sekolah alam memang dijalankan lewat Action Learning, Belajar Bersama Alam, dan Deep Learning: anak tidak hanya tahu jawabannya, tetapi mengalami proses menemukannya.
Di SD, koding masuk sebagai kegiatan kokurikuler sesuai arahan nasional, berdampingan dengan kokurikuler yang sudah lama hidup di SABar: farming, life skill, dan bisnis. Di Sekolah Menengah, kegiatan seperti ekspedisi gua dirancang terintegrasi: bentukan karst untuk IPA, estimasi jarak untuk matematika, laporan observasi untuk bahasa, manajemen risiko untuk PJOK, serta tadabbur sebagai muatan akhlak.
Nama kebijakan bisa berganti. Yang dijaga SABar adalah prinsipnya: anak belajar dari pengalaman nyata, dengan fasilitator sebagai teman perjalanan, dan alam sebagai laboratorium.
Pertama, Ayah Bunda tidak perlu khawatir anak "ketinggalan" materi nasional. Modul, asesmen, dan rapor mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk ujian sekolah di SD dan ujian kesetaraan di PKBM.
Kedua, kebebasan dalam Merdeka Belajar di SABar bukan berarti anak dibiarkan. Fasilitator menyusun Yearly Plan, rencana semester, dan rencana triwulan; orang tua menerima pemaparan program di awal tahun dan tiap triwulan. Kebebasan ada pada cara anak mengalami materi, bukan pada ada-tidaknya target.
Ketiga, bila Ayah Bunda ingin membaca modul atau rencana pekanan secara langsung, cara paling mudah adalah datang berkunjung dan bertanya kepada fasilitator kelas yang dituju.
Kalau Ayah Bunda penasaran seperti apa Kurikulum Merdeka ketika dijalankan di bawah pohon damar, datanglah pada hari biasa. Admin SPMB SABar akan membantu mengatur waktu kunjungan agar Ayah Bunda bisa melihat kelas yang sedang berjalan.