Kurikulum

Kurikulum SABar

Pertanyaan yang paling sering kami dengar dari Ayah Bunda adalah "anak tetap belajar akademik, kan?" Jawabannya ya, dan halaman ini menjelaskan bagaimana kurikulum nasional, kurikulum sekolah alam, empat pilar, dan Al-Qur'an saling bertemu dalam keseharian anak.

Anak-anak belajar di saung terbuka Sekolah Alam Baturraden dengan buku dan tanaman di sekitar mereka

Dua kurikulum yang berjalan bersama

Di SABar, anak tidak harus memilih antara belajar membaca, menulis, berhitung dan belajar di kebun. Keduanya berjalan dalam satu rencana. Kurikulum nasional tetap dijalankan di semua unit, dari TK Alam Baturraden, SD Alam Baturraden, sampai PKBM Alam Purwokerto yang menaungi Sekolah Menengah, Sekolah Kemandirian, dan SABar Learning Centre. Di atas kurikulum itu, SABar menyinergikan kurikulum khas sekolah alam dari Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN), yaitu Belajar Bersama Alam (BBA), yang mengedepankan kearifan lokal.

Bedanya terasa pada cara, bukan pada target. Anak SD tetap mengenal mata pelajaran yang sama dengan sekolah lain, tetapi ia mengenalnya lewat tema yang menghubungkan banyak ilmu, lewat pengamatan di raised bed, dan lewat karya yang bisa ia tunjukkan. Murid SD dan Sekolah Menengah tetap membawa buku, hanya tidak sebanyak di sekolah umum. Murid TK dan Sekolah Kemandirian tidak membawa buku, karena pada usia dan kebutuhan mereka, belajar lebih banyak terjadi lewat tangan dan tubuh.

Empat pilar sebagai kerangka

Judul Kartu

Empat pilar sekolah alam adalah kerangka yang berulang di seluruh jenjang SABar. Bentuk kegiatannya berbeda sesuai usia, arahnya sama.

Akhlak, tahu bagaimana bersikap

Dilatih lewat keteladanan fasilitator dan kebiasaan harian, dari salim pagi sampai merapikan tempat makan.

Logika, tahu bagaimana berpikir

Dilatih lewat eksplorasi tematik, eksperimen, pengamatan, dan riset sederhana, sehingga anak tidak hanya menghafal jawaban.

Leadership, mampu memimpin diri

Dilatih lewat outbound, life skill, dan tanggung jawab kecil yang bertambah seiring usia.

Bisnis, belajar menghasilkan nilai

Dilatih lewat Market Day di semua unit, Pitching Business, Learn to Maestro, dan magang di jenjang Sekolah Menengah.

Judul Kartu

Tiap pilar punya halaman tersendiri di bagian bawah, lengkap dengan contoh kegiatan nyata di tiap unit.

Satu tema, banyak ilmu

Perencanaan belajar di SABar memakai pola spider web: satu tema menjadi pusat, lalu bidang-bidang ilmu ditarik ke tema itu seperti jaring laba-laba. Dokumen sekolah menuliskannya dengan sederhana: ilmu Allah sangat luas, dan sebuah subjek ilmu pasti berhubungan dengan subjek ilmu yang lain. Rencana disusun bertingkat dari rencana tahunan, semester, hingga triwulan, sehingga fasilitator tahu ke mana sebuah tema akan dibawa.

Di TK, tema seperti "Our Plant" membawa anak menanam benih di kapas, mengenal bagian tanaman, membuat pupuk organik, dan memanen bayam untuk diolah bersama. Di SD, tema "My Green Life" membuat anak menyetek tanaman, merakit irigasi tetes dari botol bekas, menulis refleksi, dan sekaligus berlatih kosakata Inggris serta bahasa Jawa krama. Satu tema, banyak pintu masuk ilmu. Cerita lengkapnya ada di halaman Satu Tema, Banyak Ilmu: Spider Web.

Sejalan dengan kebijakan nasional terbaru

Kurikulum nasional saat ini mengenal kegiatan kokurikuler untuk menguatkan pembelajaran lewat kolaborasi lintas disiplin (Permendikdasmen 13/2025), dan merumuskan delapan dimensi profil lulusan: keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi (Permendikdasmen 10/2025). Jika Ayah Bunda membaca delapan dimensi itu lalu melihat empat pilar SABar, kemiripannya akan segera terasa. Bukan karena SABar mengejar kebijakan, melainkan karena praktik sekolah alam sejak awal memang bertumpu pada pengalaman nyata, proyek, karakter, dan kemandirian. SABar tidak perlu mengklaim lebih dari itu; yang ingin kami tunjukkan adalah apa yang dialami anak.

Al-Qur'an dan penilaian yang utuh

Dua hal lain menopang kurikulum ini. Pertama, Al-Qur'an. Anak belajar membaca Al-Qur'an dengan metode Ummi, bertahap sesuai kemampuannya, dan hafalan surat-surat pendek mengisi pagi sejak TK. Namun yang paling ditekankan adalah pengamalan: hafal boleh, tetapi harus dijalani dalam adab makan, kejujuran saat berjualan, dan cara memperlakukan teman serta alam.

Kedua, penilaian. SABar tidak memeringkat anak. Fasilitator mengamati, mencatat, berbincang dengan anak, dan mengumpulkan hasil karya dalam portofolio, lalu merangkumnya dalam Progress Report setiap triwulan yang dibicarakan langsung bersama Ayah Bunda. Yang dilihat adalah perjalanan tiap anak, bukan posisinya dibandingkan anak lain.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah SABar memakai Kurikulum Merdeka?
Ya. Kurikulum nasional yang berlaku, termasuk penyesuaian terbarunya, dijalankan di semua unit SABar, lalu disinergikan dengan kurikulum Belajar Bersama Alam dari Jaringan Sekolah Alam Nusantara.
Apakah anak tetap belajar membaca, menulis, dan berhitung?
Tentu. Di TK, kegiatan membaca, menulis, berhitung, dan hafalan menjadi bagian rutin yang dicatat dalam kartu evaluasi anak. Di SD dan Sekolah Menengah, mata pelajaran nasional tetap dipelajari, hanya caranya lebih banyak lewat tema dan pengalaman.
Apakah ada ujian dan rapor?
Ada penilaian, tetapi bentuk utamanya observasi, unjuk kerja, dan portofolio yang dirangkum dalam Progress Report naratif tiap triwulan. SABar tidak memeringkat anak. Murid pendidikan kesetaraan di PKBM mengikuti ujian sesuai ketentuan pemerintah.
Apakah kurikulumnya sama di semua unit?
Kerangkanya sama: kurikulum nasional, BBA, dan empat pilar. Bentuk kegiatannya disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak, termasuk di Sekolah Kemandirian dan SLC yang melayani anak berkebutuhan khusus.

Kurikulum paling mudah dipahami dengan melihatnya berjalan. Ayah Bunda boleh datang ke SABar, melihat anak-anak belajar, lalu berbincang dengan fasilitator dan admin SPMB tentang apa yang cocok untuk anak Ayah Bunda. Tidak perlu langsung mengisi formulir.