Al-Qur'an & Penilaian
Di SABar, Al-Qur'an tidak menunggu jam pelajaran agama. Ia hadir saat Circle Time pagi, saat doa sebelum makan, saat ayat inspirasi membuka tema pekan, dan saat remaja duduk melingkar dalam halaqah.
Ayah Bunda yang mencari sekolah Islam sering bertanya: "Berapa juz targetnya?" Pertanyaan itu wajar, dan SABar memang punya target bertahap. Tetapi sebelum sampai ke angka, kami ingin menunjukkan bagaimana Al-Qur'an hidup dalam keseharian Sobat SABar.
Di TK, pagi dibuka dengan Circle Time: doa, muroja'ah surat yang sedang dihafal, lalu nyanyi dan permainan. Ada waktu khusus untuk belajar membaca dan menghafal, yang dicatat fasilitator dalam kartu evaluasi anak dan masuk ke rapor portofolio. Di SD, setiap pekan dibuka dengan ayat inspirasi yang mengikat tema; ketika tema pekan adalah tanaman, ayat yang dipilih pun tentang bumi yang ditumbuhkan. Di Sekolah Menengah, murojaah menjadi bagian kegiatan seperti Safari Ramadhan.
Dengan cara ini, Al-Qur'an bukan "pelajaran" yang berdiri di samping pelajaran lain. Ia adalah bahasa yang membingkai semua yang dipelajari.
Program Al-Qur'an di SABar terdiri dari beberapa kegiatan yang saling melengkapi. Tidak semua ada di setiap jenjang dengan bentuk yang sama; fasilitator menyesuaikannya dengan usia dan kesiapan anak.
Anak mengenal huruf hijaiyah dan belajar membaca Al-Qur'an secara bertahap dengan metode Ummi, yang menekankan bacaan yang benar dan suasana belajar yang menyenangkan.
Membaca dan menghafal surat-surat pendek dimulai sejak TK, berlanjut ke juz-juz tertentu di SD dan jenjang menengah sesuai tahapan.
Mengulang hafalan setiap hari dalam Circle Time agar hafalan tidak hilang dan menjadi akrab di lidah.
Setiap pekan ada satu hadits pendek dan satu doa harian yang dihafal dan langsung dipraktikkan: doa sebelum tidur, doa setelah makan, doa masuk masjid.
Duduk melingkar untuk belajar bersama, dan memperdengarkan hafalan di hadapan fasilitator serta teman. Kalender sekolah memuat Halaqah Qur'an dan dua kali Tasmi' dalam setahun.
Menjelang Ramadhan, Sobat SABar mengikuti Quranic Camp. Di TK dan SD, Sekolah Malam berlangsung sekali tiap semester hingga menjelang Isya, dengan suasana ibadah yang berbeda dari hari biasa.
Sobat Kecil di Mercury Class dan Venus Class tidak dikejar hafalan panjang. Dalam rencana pekanan fasilitator, satu surat pendek bertahan satu sampai empat pekan: An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, Al-Lahab, lalu An-Nasr, Al-Kafirun, Al-Kautsar, Al-Ma'un, Quraisy, dan Al-Fil. Surat yang sama sengaja diulang di blok berikutnya, karena bagi anak usia dini, mengulang adalah cara mengingat.
Yang berjalan berdampingan adalah hadits dan doa yang bisa langsung dipakai. Pekan dengan doa setelah wudhu adalah pekan ketika anak sedang dibiasakan berwudhu sebelum sholat dhuha. Pekan dengan hadits adab makan adalah pekan ketika fasilitator lebih sering mengingatkan duduk dan membaca doa di meja makan. Hafalan dan amalan berjalan dalam satu napas.
Semakin tinggi jenjang, semakin luas hafalan dan semakin dalam pemahamannya. Di SD, program tahfidz berjalan bertahap; sebagai contoh, murid kelas 3 di Jupiter Class mulai menghafal Juz 29. Di Sekolah Menengah, kompetensi lulusan disusun berjenjang dari Juz 30 pada tahun pertama, lalu Juz 29 disertai sepuluh hadits, hingga Juz 28 disertai tiga puluh hadits pada tahun ketiga.
Angka-angka itu adalah gambaran arah, bukan garis finis yang sama untuk semua anak. Kecepatan tiap anak berbeda, dan fasilitator mendampingi sesuai kesiapan masing-masing. Rincian target tiap kelas disampaikan sekolah kepada orang tua di awal tahun ajaran dan dipantau bersama lewat Progress Report tiap triwulan.
SABar tidak memosisikan diri sebagai sekolah tahfidz 30 juz. Yang dijaga adalah keakraban anak dengan Al-Qur'an: bacaan yang benar, hafalan yang terawat, dan, yang paling penting, akhlak yang lahir darinya.
Muroja'ah lima menit di rumah sering lebih berarti daripada satu jam di sekolah, karena anak melihat bahwa Al-Qur'an juga penting bagi Ayah Bundanya. Sekolah membagikan hafalan pekan berjalan kepada orang tua agar bisa diulang di rumah, dan Quranic Camp dirancang sebagai bagian dari rangkaian Sekolah Orang Tua (SOS), sehingga keluarga ikut terlibat.
Bila Ayah Bunda sendiri masih belajar membaca Al-Qur'an, itu bukan halangan. Justru anak yang melihat orang tuanya ikut belajar akan memahami bahwa bertumbuh bersama Al-Qur'an adalah perjalanan seumur hidup, bukan tugas sekolah.
Kalau Ayah Bunda ingin mendengar sendiri bagaimana Sobat Kecil melafalkan surat pendek di Circle Time pagi, datanglah berkunjung. Admin SPMB SABar akan membantu memilih waktu yang tepat.