Kurikulum & Pilar
Jika Ayah Bunda bertanya "sebenarnya apa yang ingin SABar tumbuhkan pada anak?", jawabannya bisa dirangkum dalam empat kata: akhlak, logika, leadership, bisnis. Empat pilar inilah kerangka yang berulang di seluruh jenjang.
Sebuah saung berdiri karena tiang-tiangnya. Cabut satu, atapnya miring. Gambaran itulah yang dipakai sekolah alam untuk menjelaskan kerangka belajarnya: akhlak, logika, leadership, dan bisnis adalah empat tiang yang bersama-sama menyangga pertumbuhan anak. Visi SABar sendiri berbunyi "berakhlak, berlogika, berkecakapan hidup", dan tujuan sekolah menyebut lulusan yang berakhlak, berlogika, berjiwa pemimpin dan bisnis. Empat pilar adalah cara menerjemahkan visi itu ke dalam kegiatan sehari-hari.
Yang menarik, empat pilar ini tidak dibagi menjadi "mata pelajaran" yang berdiri sendiri. Ia hadir di dalam kegiatan yang sama. Ketika Sobat SABar berjualan di Market Day, ia sedang melatih pilar bisnis, tetapi juga kejujuran dalam mengembalikan uang (akhlak), menghitung modal dan laba (logika), serta keberanian menawarkan dagangan kepada orang yang belum ia kenal (leadership).
| Pilar | Yang ingin ditumbuhkan | Cara utama menurut dokumen sekolah | Contoh di SABar |
|---|---|---|---|
| Akhlak | Tahu bagaimana bersikap: adab, ibadah, empati, tanggung jawab kepada manusia dan alam | Keteladanan fasilitator dan pembiasaan harian | Salim dan senyum di pagi hari, antre, empat kata ajaib, doa, muroja'ah, Infaq Sampah |
| Logika | Tahu bagaimana berpikir: bertanya, mengamati, bernalar, literasi, numerasi, riset sederhana | Action learning, Belajar Bersama Alam, pembelajaran mendalam | Eksplorasi tematik, eksperimen, pengamatan di raised bed, Festival Sains |
| Leadership | Mampu memimpin diri: kemandirian, keberanian, keputusan, resiliensi, kerja sama, komunikasi | Outbound learning dan green therapy | Outbound berkala, trekking, life skill, presentasi, tanggung jawab kelompok |
| Bisnis | Belajar menghasilkan nilai: karya, kreativitas, transaksi, pelayanan, productive mindset | Magang dan Learn to Maestro | Market Day di semua unit, Pitching Business, project dan portfolio, magang di SM |
Empat pilar yang sama dipakai dari TK sampai Sekolah Menengah, tetapi wujudnya tumbuh bersama usia anak. Di TK Alam Baturraden, pilar dijabarkan menjadi akhlak; logika ilmiah yang mencakup sains, sosial, bahasa, matematika, seni-budaya, dan teknologi; kepemimpinan lewat outbound, life skill, dan minat-bakat; serta entrepreneurship. Target pencapaiannya konkret untuk anak kecil: berangkat sekolah tanpa ditunggui, makan tanpa disuapi, membereskan mainan, mengenal sampah organik dan anorganik, menanam dan merawat tanaman.
Di SD, pilar bisnis mulai tampak dalam mentoring farming untuk kelas rendah dan mentoring bisnis untuk kelas tinggi, sementara pilar logika terasa dalam worksheet terintegrasi dan riset sederhana. Di Sekolah Menengah, dokumen kurikulum PKBM menetapkan standar empat pilar yang mencakup buku portofolio pengembangan diri, kemampuan presentasi diri, project kolaborasi, riset sederhana, dan memahami ayat-ayat kauniyah, yaitu tanda-tanda Allah di alam. Program magang, live-in, dan mountaineering pun berjenjang mengikuti tahun belajar Sobat SM.
Di Sekolah Kemandirian dan SABar Learning Centre, empat pilar tetap menjadi rujukan, dengan penekanan pada kemandirian, bantu diri, dan talent & life skill yang dirancang sesuai kebutuhan tiap anak bersama orang tua.
Beberapa kegiatan rutin SABar menunjukkan bagaimana empat pilar bekerja bersamaan.
Anak merawat tanamannya sendiri selama berpekan-pekan (leadership dan tanggung jawab), mengamati pertumbuhan dan mencatatnya (logika), bersyukur atas panen (akhlak), lalu mengolah atau mengemas hasilnya untuk Market Day (bisnis).
Setiap permainan dipasangkan dengan satu nilai: keseimbangan, keberanian, komunikasi, fokus, sabar, kerja sama, sportif, pantang menyerah, peduli, problem solving. Nilai-nilai itu adalah persilangan akhlak, leadership, dan logika.
Anak belajar langsung dari orang yang berkarya di bidangnya, misalnya penulis dan penerjemah naskah Babad Banyumas. Ia melihat bagaimana sebuah keahlian dibangun (bisnis dan logika), sekaligus belajar adab bertanya dan menghargai ahli (akhlak).
Kurikulum nasional terbaru merumuskan delapan dimensi profil lulusan: keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Jika disandingkan, pilar akhlak menaungi keimanan, ketakwaan, dan kewargaan; pilar logika menaungi penalaran kritis dan kreativitas; pilar leadership menaungi kemandirian, kolaborasi, komunikasi, dan kesehatan; pilar bisnis menaungi kreativitas dan kolaborasi dalam bentuk karya nyata. SABar tidak menyusun empat pilar untuk memenuhi kebijakan, tetapi keduanya ternyata berbicara tentang anak yang sama.
Empat pilar lebih mudah dirasakan daripada dijelaskan. Ayah Bunda boleh datang pada hari biasa, mengikuti anak-anak dari pagi sampai siang, lalu menebak sendiri pilar mana yang sedang bekerja dalam tiap kegiatan. Admin SPMB SABar akan senang menemani.