Pendekatan Terapi SABar
Terapi tidak harus berlangsung di ruang berdinding putih. Di SABar, alam menjadi media terapi, dan latihan yang dilakukan anak langsung terpakai dalam keseharian dan pergaulannya.
Bayangkan seorang anak yang setiap pekan diantar ke ruang terapi: pintu ditutup, lampu terang, meja dan kursi, kartu bergambar, lalu pulang. Latihannya rapi, tetapi begitu keluar pintu, dunia nyata menunggu dengan suara, cahaya, dan orang-orang yang tidak ada di dalam ruangan itu. Banyak kemampuan yang terlihat "sudah bisa" di ruang terapi ternyata belum bisa dibawa pulang.
SaNGaT SABar lahir dari keprihatinan seperti itu: terapi yang membatasi dan memisahkan anak dari lingkungannya. Para pendiri SABar meyakini bahwa alam adalah media yang paling kaya untuk tumbuh, bahwa terapi lebih membutuhkan hati daripada sekadar teknik, dan bahwa anak sebelum segalanya membutuhkan diterima. Pendekatan ini dikembangkan sekolah selama bertahun-tahun, dan sekarang menjadi cara kerja di Sekolah Kemandirian, kelas inklusi, dan SABar Learning Centre.
SaNGaT adalah pendekatan dan metode milik SABar, bukan sekolah atau lembaga terapi yang terpisah. Ia menyatu dengan kurikulum, dengan fasilitator, dan dengan hari-hari anak di sekolah.
Kami menggambarkan SaNGaT seperti pohon, karena memang begitulah anak tumbuh: tidak satu bagian dulu baru bagian lain, tetapi bersama-sama.
Yang menopang semuanya. Anak yang bisa mengurus dirinya dan punya hal yang ia kuasai memiliki pijakan untuk belajar yang lain.
Keseimbangan, kekuatan otot inti, kepekaan indera. Dilatih lewat heavy work, memanjat, dan berjalan di permukaan yang berbeda-beda.
Dari menunjuk, meminta, sampai bercerita. Dilatih dalam percakapan nyata, bukan hanya di depan kartu bergambar.
Menunggu giliran, berbagi alat, duduk melingkar, mengenali perasaan sendiri dan teman.
Memakai sepatu bot sendiri, mencuci piring, menyiapkan topi dan lotion antinyamuk sebelum ke kebun.
Huruf, angka, konsep, yang mekar ketika bagian lain sudah cukup kuat menopangnya.
Urutan ini mengingatkan kami untuk tidak terburu-buru mengejar bunga sebelum akar dan batangnya kuat. Di alam, tidak ada yang tumbuh terburu-buru, namun semuanya mekar pada waktunya.
SaNGaT tidak menolak terapi profesional. Terapi okupasi, sensori integrasi, wicara, fisioterapi, dan terapi perilaku tetap menjadi bagian dari pendampingan; yang berubah adalah tempatnya. Latihan yang biasanya dilakukan di ruang klinis dibawa ke halaman, kebun, dapur, dan jalan setapak.
Beberapa contoh yang dilakukan anak-anak:
Semua itu terlihat seperti bermain dan bekerja. Memang begitulah seharusnya terapi terasa bagi anak.
Ada satu prinsip SaNGaT yang sering mengejutkan orang tua baru: terapi berlangsung dua puluh empat jam dikurangi waktu tidur. Artinya, sesi bersama terapis hanyalah sebagian kecil. Sisanya terjadi saat anak sarapan, memakai sepatu, mengantre, bermain dengan kakak, dan membereskan mainan di rumah.
Karena itu SaNGaT menuntut kerja sama sekolah dan rumah yang konsisten. Apa yang dilatih di sekolah, misalnya memakai sepatu bot sendiri, perlu diberi kesempatan yang sama di rumah. Fasilitator dan pendamping membiasakan berbagi tiga hal kepada Ayah Bunda: pencapaian hari ini, tantangan yang muncul, dan saran untuk dicoba di rumah. Dari sinilah prinsip "semua orang adalah terapis" menjadi nyata.
Alam memberi apa yang sulit disediakan ruangan: permukaan yang beragam, cuaca yang berubah, bunyi dan bau yang nyata, dan alasan untuk bergerak. Anak-anak secara alami tertarik pada makhluk hidup dan ruang terbuka; ketertarikan itu menjadi motivasi belajar yang tidak perlu dipaksakan. Berbagai anjuran kesehatan juga menyarankan anak usia sekolah bergerak aktif setiap hari, dan kebun serta halaman SABar membuat itu terjadi tanpa terasa seperti latihan.
Yang tidak kalah penting, alam tidak menghakimi. Pohon tidak menilai anak yang belum bisa berbicara. Tanah tidak membandingkan. Di ruang seperti itu, anak lebih berani mencoba.
Membaca tentang texture walk tentu berbeda dengan melihat seorang anak melangkah ragu-ragu di kerikil, lalu tersenyum saat sampai di ujung. Bila Ayah Bunda ingin melihat SaNGaT berjalan, mari jadwalkan kunjungan dan berbincang dengan fasilitator Kemandirian.