Bersama Orang Tua
Mendidik anak sering terasa seperti perjalanan sunyi. Di SABar, Ayah Bunda menemukan lingkaran orang tua lain yang sedang menempuh jalan yang sama, dan belajar bersama mereka.
Orang tua yang memilih sekolah alam biasanya punya pertanyaan yang tidak selalu terjawab di lingkungan sekitarnya. Bagaimana menjawab kerabat yang heran anaknya pulang dengan baju berlumpur? Bagaimana menyambung kebiasaan mencuci piring sendiri di rumah? Bagaimana menemani remaja yang sedang mencari arah? Pertanyaan seperti ini paling nyaman dibicarakan dengan orang tua lain yang mengalaminya juga.
Dari kebutuhan itulah komunitas orang tua Sekolah Alam Baturraden (SABar) tumbuh. SABar menyebutnya Circle of Parents: lingkaran orang tua yang saling belajar, berjejaring, dan bertumbuh bersama. Ia bukan organisasi dengan banyak aturan, melainkan jaringan hubungan yang terbentuk lewat pertemuan rutin, percakapan di gerbang sekolah, dan grup daring yang hidup setiap hari.
Pertemuan parenting rutin kira-kira sebulan sekali bersama narasumber, dengan tema yang mengikuti kebutuhan keluarga di tiap jenjang.
Seminar, lokakarya, dan sesi berbagi pengalaman antarorang tua yang diadakan sekolah sepanjang tahun.
Kelas yang dipandu psikolog sekolah untuk membantu orang tua memahami tumbuh kembang dan kebutuhan anak.
Orang tua yang mewakili keluarga lain, antara lain dalam menyelenggarakan parenting akbar bersama sekolah.
Komunitas para ayah yang belajar tentang perannya dalam pengasuhan dan melanjutkan percakapannya di grup daring.
Ruang komunikasi harian antara fasilitator dan orang tua, tempat pengumuman, dokumentasi kegiatan, dan diskusi ringan berlangsung.
Komunitas orang tua bisa menjadi tempat yang menguatkan, tetapi juga bisa menjadi tempat membanding-bandingkan anak. SABar menjaga agar lingkarannya bergerak ke arah yang pertama. Prinsip yang sama dengan yang dipegang sekolah untuk anak-anak berlaku bagi orang tua: setiap anak adalah bintang dengan cahayanya sendiri, dan setiap keluarga menempuh jalannya sendiri.
Karena itu, percakapan di Circle of Parents lebih sering tentang proses daripada hasil. Orang tua anak yang sudah lebih dulu melewati masa aqil baligh berbagi dengan orang tua yang baru memasukinya. Keluarga anak berkebutuhan khusus bertukar pengalaman tentang kebiasaan di rumah yang membantu. Orang tua murid pindahan mendengar cerita keluarga yang pernah mengalami masa peralihan yang sama.
Komunitas belajar tidak hanya terjadi di sekolah. SABar mengenal tugas bersama keluarga, yaitu proyek sederhana yang dikerjakan anak bersama orang tua di rumah, sering dari barang bekas dan tanpa biaya besar. Hasilnya kadang dibawa ke sekolah dan menjadi bahan cerita di antara orang tua, sehingga ide dari satu keluarga menular ke keluarga lain.
Di sinilah komunitas menunjukkan nilainya: bukan pada jumlah pertemuan, melainkan pada kebiasaan baik yang menyebar dari rumah ke rumah.
Tidak ada pendaftaran khusus untuk menjadi bagian dari Circle of Parents. Begitu anak bergabung di SABar, Ayah Bunda akan diperkenalkan dengan fasilitator kelas, grup daring kelas, dan jadwal pertemuan orang tua. Bentuk dan jadwal rinci kegiatan komunitas tiap tahun disampaikan sekolah kepada orang tua di awal tahun ajaran, dan Ayah Bunda dapat memilih keterlibatan yang sesuai dengan waktu yang dimiliki.
Perjalanan mendidik anak terasa lebih ringan ketika ditempuh bersama. Datanglah berkunjung, dan bila memungkinkan, ikut salah satu pertemuan SOS untuk bertemu orang tua lain yang sudah lebih dulu bergabung.