Mengapa SABar

Bukan Sekadar Sekolah Alam

Banyak sekolah kini mengajak anak ke luar ruangan. Yang membedakan SABar bukan seberapa sering anak di luar, melainkan bagaimana alam, Al-Qur'an, akademik, inklusi, kemandirian, bakat, bisnis, dan keluarga menyatu dalam satu keseharian.

Kolase keseharian SABar dari ibadah, kebun, Market Day, hingga pertemuan orang tua

Delapan hal yang biasanya terpisah, di sini menyatu

Kalau Ayah Bunda mencari sekolah, mungkin daftar yang dibawa panjang: agamanya kuat, akademiknya tetap jalan, anak jadi mandiri, bakatnya ditemukan, bisa menerima adik yang berkebutuhan khusus, dan orang tua tidak merasa asing. Biasanya daftar itu harus dipenuhi oleh beberapa tempat sekaligus: sekolah, tempat mengaji, pusat terapi, les bakat, dan seminar parenting.

Di Sekolah Alam Baturraden (SABar), hal-hal itu tidak dipisahkan. Satu kegiatan berkebun di raised bed bisa sekaligus menjadi sains, matematika, tadabbur ayat tentang rezeki, latihan kemandirian, terapi sensorik bagi teman yang membutuhkannya, dan bahan dagangan Market Day. Inilah yang kami maksud dengan bukan sekadar sekolah alam: alam bukan hanya tempat, melainkan cara seluruh pendidikan dijalankan.

Alam sebagai ruang kelas harian

Bukan acara tahunan ke luar kota, melainkan kebun, hutan damar, dan sungai di kaki Gunung Slamet yang dipakai setiap hari.

Al-Qur'an yang diamalkan

Metode Ummi untuk membaca, tetapi ukuran utamanya adalah pengamalan dalam hidup sehari-hari.

Akademik yang tetap berjalan

Kurikulum nasional disinergikan dengan Belajar Bersama Alam; murid SD dan SM mengikuti modul dan penilaian sesuai ketentuan.

Inklusi yang sungguh-sungguh

Anak reguler dan anak berkebutuhan khusus belajar bersama, ditopang pendekatan SaNGaT SABar, Sekolah Kemandirian, dan SLC.

Kemandirian sebagai kebiasaan

Dari memakai sepatu bot sendiri sampai live-in di luar pulau, dilatih tiap hari.

Minat, bakat, dan bisnis

Capturing Talent, Learn to Maestro, Market Day dua pekan sekali, magang, dan portofolio.

Keluarga sebagai mitra

Sekolah Orang Tua, Parent Day, Family Camp, Progress Report tiap triwulan, dan komunitas ayah Tapake Ramane.

Jalur yang berlanjut

Dari Play Group sampai jenjang setara SMA lewat Paket B dan C, tanpa harus berpindah pendekatan di tengah jalan.

Yang membuat semuanya bisa menyatu

Delapan hal di atas bisa menyatu karena SABar berdiri di atas satu cara pandang: setiap anak membawa fitrah dan potensinya sendiri, dan tugas sekolah adalah merawat fitrah itu lalu menyalakan potensinya. Dari cara pandang ini lahir visi yang ringkas, yaitu berakhlak, berlogika, dan berkecakapan hidup, serta empat pilar yang menopang seluruh kurikulum: akhlak, logika, kepemimpinan, dan bisnis.

Cara pandang ini juga yang membuat SABar menyebut dirinya wellbeing school. Anak yang merasa aman, diterima, dan tidak dibandingkan dengan temannya akan belajar lebih baik. Karena itu tidak ada ranking, fasilitator diposisikan sebagai teman perjalanan dan pengamat potensi, dan kesalahan diperlakukan sebagai bahan belajar.

Dan karena pendekatan ini berjalan dalam satu ekosistem dari TK Alam Baturraden, SD Alam Baturraden, sampai PKBM Alam Purwokerto, anak tidak perlu berganti cara belajar setiap kali naik jenjang. Kebiasaan yang ditanam di Mercury Class dilanjutkan di Earth Class dan dibawa sampai Andromeda Class.

Tetap jujur tentang apa artinya

Kami tidak ingin halaman ini terdengar seperti brosur. Memilih SABar berarti memilih sesuatu yang tidak selalu nyaman. Anak akan pulang dengan baju kotor dan sepatu berlumpur. Belajar lebih sering terjadi di luar daripada di balik meja. Tidak ada peringkat yang bisa dipamerkan. Orang tua diminta hadir, belajar, dan terlibat, bukan sekadar mengantar dan menjemput.

Bagi sebagian keluarga, semua itu adalah alasan untuk memilih. Bagi sebagian lain, bukan, dan itu tidak apa-apa. Halaman Apakah SABar Cocok untuk Anak Kami? membantu Ayah Bunda menimbangnya dengan jujur sebelum memutuskan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya SABar dengan sekolah yang punya program outdoor?
Di SABar, alam adalah ruang kelas harian dan cara seluruh kurikulum dijalankan, bukan kegiatan tambahan. Berkebun, memasak, dan berjualan terjadi setiap pekan dan terhubung dengan pelajaran, ibadah, dan kemandirian.
Apakah akademik anak akan tertinggal?
TK dan SD Alam Baturraden adalah sekolah formal yang menjalankan kurikulum nasional, dan SM mengikuti pendidikan kesetaraan Paket B dan C. Perbedaannya pada cara, bukan pada cakupannya.
Apakah SABar hanya untuk anak berkebutuhan khusus?
Tidak. SABar adalah sekolah inklusi: anak reguler dan anak berkebutuhan khusus belajar bersama, dan ada Sekolah Kemandirian untuk yang membutuhkan pendampingan lebih intensif.
Bagaimana cara mengenal SABar lebih dekat?
Datang, berbincang dengan sekolah, lalu anak diobservasi. Tidak ada formulir yang harus diisi di awal. Admin SPMB SABar membantu menjadwalkannya.

Semua yang ditulis di sini hanya bisa dibuktikan dengan melihat. Ayah Bunda dipersilakan datang ke Baturraden, mengikuti satu pagi bersama anak-anak, dan berbincang dengan admin SPMB SABar tentang apa pun yang masih menjadi pertanyaan.