Bersama Orang Tua
Ada hal-hal yang hanya bisa dipelajari keluarga ketika mereka duduk bersama di sekitar api, jauh dari layar dan jadwal. Family Camp dan Family Day adalah ruang untuk itu.
Dari luar, Family Camp bisa terlihat seperti piknik besar: tenda, api unggun, anak-anak berlarian di antara pohon damar. Tetapi bagi Sekolah Alam Baturraden (SABar), Family Camp adalah bagian dari pendidikan, bukan selingan darinya. Ia dirangkai dengan Sekolah Orang Tua (SOS) bertema family bonding, dan diadakan setahun sekali agar keluarga-keluarga SABar benar-benar saling mengenal, bukan hanya berpapasan di gerbang sekolah.
SABar menyebut dirinya wellbeing school, dan wellbeing tidak hanya menyangkut anak. Orang tua yang lelah, keluarga yang jarang punya waktu bersama, atau ayah yang merasa jauh dari keseharian anaknya juga membutuhkan ruang untuk memulihkan hubungan. Family Camp memberi ruang itu, dengan alam sebagai tuan rumahnya.
Di Family Camp, keluarga tinggal bersama di lingkungan sekolah atau alam terbuka. Ada kegiatan yang dirancang untuk dikerjakan bersama orang tua dan anak, misalnya permainan outbound keluarga, memasak di alam, atau menjelajah kebun dan sungai yang sehari-hari menjadi ruang belajar anak. Ada pula sesi untuk orang tua saja, ketika anak-anak bermain bersama fasilitator dan Ayah Bunda berbincang tentang pengasuhan.
Yang sering paling membekas justru bagian yang tidak dijadwalkan: obrolan di depan tenda, anak yang dengan bangga menunjukkan kepada orang tuanya tanaman yang ia rawat, atau momen seorang ayah pertama kali melihat anaknya memanjat dengan percaya diri. Rincian kegiatan tiap tahun disampaikan sekolah kepada orang tua menjelang acara.
Kalau Family Camp membawa keluarga ke alam, Family Day membawa keluarga ke sekolah. Family Day diadakan di tengah tahun ajaran dan dirangkai dengan festival sekolah, sehingga Ayah Bunda dapat melihat karya dan pertunjukan anak sekaligus bertemu keluarga lain. Di TK, Family Day menjadi hari ketika seluruh keluarga, termasuk kakek nenek atau adik bayi, boleh ikut merasakan suasana kelas anak.
Family Day juga menjadi kesempatan bagi keluarga yang belum sempat hadir di kegiatan lain untuk terhubung kembali dengan sekolah. Tidak ada peran yang harus dimainkan; cukup datang dan ikut merasakan hari bersama anak.
Orang tua yang saling kenal lebih mudah saling menitipkan, saling mengingatkan, dan saling menguatkan saat anak menghadapi masa sulit.
Ketika Ayah Bunda ikut berkegiatan di alam, anak belajar bahwa mencoba hal baru tidak mengenal usia.
Dari percakapan santai di Family Camp, fasilitator memahami latar belakang anak dengan cara yang tidak mungkin didapat dari formulir.
Selain Family Camp dan Family Day, SABar punya kegiatan kebersamaan lain yang melibatkan keluarga, seperti Keliling SABar untuk mengenal lingkungan sekolah, serta momen-momen tahunan seperti Festival Budaya, Festival Talent, dan Akhirus Sanah yang mengundang keluarga hadir mengapresiasi proses anak. Semuanya bermuara pada satu hal: anak tumbuh paling baik ketika rumah dan sekolah saling mengenal dan saling percaya.
Kebersamaan seperti ini sulit digambarkan dengan kata-kata. Kalau Ayah Bunda ingin merasakan suasananya, mulailah dengan berkunjung ke SABar dan berbincang dengan keluarga-keluarga yang sudah lebih dulu bergabung.