Bersama Orang Tua
Anak-anak bukan satu-satunya yang bersekolah di SABar. Kira-kira sebulan sekali, giliran Ayah Bunda yang duduk melingkar, belajar, dan saling bercerita.
Sekolah Alam Baturraden (SABar) percaya bahwa pendidikan anak tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Apa pun yang dilatih fasilitator pada jam sekolah akan mudah luntur bila di rumah tidak disambung. Masalahnya, menjadi orang tua tidak pernah ada sekolahnya. Kita belajar sambil menjalani, sering dengan kebingungan yang sama seperti orang tua lain, tetapi jarang punya tempat untuk membicarakannya.
Sekolah Orang Tua SABar, yang akrab disingkat SOS, adalah jawaban SABar atas kebutuhan itu. Ia adalah program parenting rutin yang diadakan kira-kira sebulan sekali. Orang tua berkumpul, belajar bersama narasumber, lalu berbagi pengalaman. Temanya mengikuti kebutuhan keluarga di tiap jenjang, sehingga orang tua anak TK dan orang tua remaja sama-sama menemukan sesuatu yang relevan.
Untuk Ayah Bunda di Play Group dan TK: apa yang wajar, apa yang perlu ditemani, dan bagaimana alam membantu anak bertumbuh.
Untuk orang tua SD: mengenali minat yang mulai terlihat dan menemaninya tanpa memaksa.
Untuk orang tua Sekolah Menengah: menemani anak memasuki masa dewasa dengan tanggung jawab dan kepercayaan.
Untuk keluarga Sekolah Kemandirian dan anak berkebutuhan khusus: menyambung dukungan sekolah di rumah.
Bagaimana berbicara dengan anak, dan bagaimana ayah dan ibu saling mendengar.
Dirangkai dengan Family Camp, saat seluruh keluarga belajar bersama di alam.
Beberapa pertemuan SOS sengaja dirangkai dengan momen sekolah. Ada SOS yang berbarengan dengan Progress Report, sehingga setelah sesi parenting Ayah Bunda langsung membicarakan perkembangan anaknya sendiri bersama fasilitator. Ada yang dirangkai dengan Pitching Business, pentas TK dan Sekolah Kemandirian, Festival Talent, puncak Festival Budaya, Quranic Camp, atau Festival Sains. Dengan begitu, teori yang baru didengar langsung bertemu dengan kenyataan: anak-anak yang sedang berjualan, tampil, atau mempresentasikan proyeknya.
Pertemuan SOS juga diisi oleh narasumber dari luar sekolah, misalnya psikolog, dan sebagian diselenggarakan bersama komite sekolah dalam bentuk parenting akbar. Pada Oktober 2026, misalnya, SOS kedua tahun ajaran ini mengangkat tema "Anak Tumbuh, Alam Mengasuh" bersama seorang psikolog, dengan kebun, saung, sungai, dan lereng Gunung Slamet sebagai bahan percakapan tentang pengasuhan.
SOS tidak dimaksudkan berhenti sebagai seminar. Yang diharapkan adalah perubahan kecil di rumah: cara menjawab anak yang bertanya, kesediaan membiarkan anak mencuci piringnya sendiri, atau waktu yang disisihkan untuk mendengar cerita remaja tanpa menasihati. Orang tua yang hadir rutin biasanya saling mengingatkan di grup daring tentang hal-hal yang sudah disepakati, dan di sinilah SOS bertemu dengan komunitas belajar orang tua yang lebih luas.
SOS terbuka bagi semua orang tua murid SABar dari semua unit. Jadwal dan temanya disampaikan sekolah di awal tahun ajaran dan diingatkan kembali menjelang pertemuan lewat fasilitator kelas, grup daring, dan Portal ASIS. Calon orang tua yang sedang mengenal SABar juga dapat menanyakan kepada admin SPMB apakah ada pertemuan SOS terdekat yang dapat dihadiri sebagai pengenalan.
Kalau Ayah Bunda ingin merasakan SOS sebelum memutuskan apa pun, tanyakan kepada admin SPMB tentang pertemuan terdekat, atau jadwalkan kunjungan dan berbincang langsung dengan kami.