Minat, Bakat & Masa Remaja

Magang: Belajar dari Dunia Kerja

Ada pelajaran yang baru masuk ketika seorang remaja harus datang tepat waktu ke tempat kerja, melayani orang yang tidak ia kenal, dan menyadari bahwa hasil kerjanya benar-benar dipakai orang lain.

Sobat SM menjalani magang di tempat usaha

Mengapa remaja perlu bersentuhan dengan dunia kerja

Banyak remaja baru mengenal dunia kerja setelah lulus, dan sering kali terkejut. Ternyata pekerjaan nyata tidak seperti bayangan di layar: ada bagian yang membosankan, ada orang yang harus dihadapi, ada hasil yang tidak selalu sesuai rencana. Di SABar, perkenalan itu sengaja dimajukan ke masa sekolah, ketika anak masih punya pendamping dan masih punya waktu untuk mengubah arah.

Magang di SABar adalah bagian dari pilar bisnis, bersama Learn to Maestro, untuk menumbuhkan mental bisnis dan produktivitas. Tetapi tujuannya bukan agar semua anak menjadi pengusaha. Tujuannya agar Sobat SM tahu rasanya bekerja, menghargai proses di balik sebuah produk, dan mengenali bidang yang membuatnya ingin kembali.

Bagi orang tua yang sedang mencari pendidikan kesetaraan Paket B atau Paket C untuk anaknya, magang sering menjadi alasan memilih SABar. Ijazah tetap didapat, tetapi anak juga pulang dengan pengalaman dan catatan tentang dirinya sendiri.

Bertahap sesuai usia

Magang tidak dilepas begitu saja. SABar menyusunnya berjenjang mengikuti tiga tahun di Sekolah Menengah, dari bidang yang paling dekat dengan dunia anak sampai yang paling menuntut.

TahapBidang magangYang dipelajari
Tahun pertamaKreatif dan kulinerMembuat sesuatu dengan tangan, menjaga kualitas, melayani pembeli
Tahun keduaManajemen dan UMKMMengenal cara usaha kecil berjalan: stok, pencatatan, pemasaran, pelayanan
Tahun ketigaIndustri dan lintas bidangBekerja dalam sistem yang lebih besar, disiplin, dan kerja lintas tim

Urutan ini sejalan dengan pelajaran bisnis Sobat SM di sekolah: tahun pertama menyusun business plan dan praktik penjualan, tahun kedua belajar marketing dan branding, tahun ketiga menyusun studi kelayakan usaha. Apa yang dipelajari di kelas diuji di tempat magang, dan apa yang dialami di tempat magang dibawa kembali ke kelas.

Bidang yang pernah dijalani Sobat SM antara lain kuliner, desain dan konstruksi, serta permakultur. Tempat dan bidang magang berubah dari tahun ke tahun, menyesuaikan minat anak dan kesempatan yang terbuka.

Bagaimana magang berjalan

Sebelum berangkat, Sobat SM diajak mengenali minatnya lebih dulu, antara lain lewat pengamatan fasilitator, portofolio, dan pertemuan Learn to Maestro. Dari situ fasilitator dan anak membicarakan bidang yang ingin dicoba. Orang tua dilibatkan, karena tempat magang kadang justru terbuka lewat jejaring keluarga.

  1. Mengenali diri — Anak menuliskan bidang yang ingin ia coba dan alasannya, dibantu catatan Capturing Talent.
  2. Menyiapkan bekal — Fasilitator membekali adab di tempat kerja, keselamatan, dan hal-hal yang perlu ditanyakan.
  3. Menjalani magang — Anak bekerja di tempat magang sesuai kesepakatan dengan pemilik tempat, didampingi fasilitator dari jauh.
  4. Mencatat dan merefleksikan — Anak menulis laporan magang: apa yang ia kerjakan, apa yang sulit, apa yang ia temukan tentang dirinya.
  5. Membagikan — Pengalaman diceritakan kepada teman dan orang tua, dan masuk ke buku portofolio pengembangan diri.

Rincian teknis, seperti lama magang dan tempatnya, ditentukan tiap tahun bersama orang tua dan disampaikan sekolah di awal tahun ajaran.

Apa yang biasanya berubah pada anak

Yang paling cepat terlihat biasanya bukan keterampilan, melainkan sikap. Anak yang semula sulit bangun pagi menjadi lebih disiplin karena tahu ada orang yang menunggunya. Anak yang pemalu belajar menyapa pembeli. Anak yang merasa "tidak suka apa-apa" pulang dengan satu hal yang ia pikirkan terus.

Ada juga yang pulang dengan kesimpulan sebaliknya: ternyata bidang yang ia bayangkan menyenangkan tidak cocok untuknya. Bagi SABar, itu pun hasil yang berharga. Lebih baik seorang remaja tahu lebih awal daripada menyadarinya setelah bertahun-tahun kuliah di jurusan yang salah.

Dari Market Day sampai magang

Magang adalah ujung dari perjalanan panjang. Sobat SABar mulai berjualan di Market Day sejak TK, mendapat mentoring bisnis di SD kelas atas, lalu menyusun business plan dan mempresentasikannya di Pitching Business Exhibition pada jenjang SM. Setiap tahap menambah satu lapis: dari berani menawarkan, mencatat untung rugi, sampai bekerja untuk orang lain.

Dengan begitu, ketika Sobat SM berangkat magang, ia tidak datang sebagai orang asing di dunia kerja. Ia sudah pernah membuat, menawarkan, dan bertanggung jawab atas hasil kerjanya sendiri, hanya saja kini dalam skala yang lebih nyata.

Pertanyaan yang sering diajukan

Sejak kelas berapa anak mulai magang?
Magang dijalani di jenjang Sekolah Menengah (Milky Way Class dan Andromeda Class), bertahap selama tiga tahun. Di SD, anak baru mengenal dunia kerja lewat kunjungan belajar dan mentoring.
Di mana Sobat SM magang?
Tempatnya berbeda tiap tahun, menyesuaikan bidang dan minat anak. Sekolah akan menyampaikan pilihan tempat magang kepada orang tua di awal tahun ajaran.
Apakah anak dibayar saat magang?
Magang di SABar adalah kegiatan belajar, bukan bekerja untuk upah. Ketentuan dengan tiap tempat magang dibicarakan sekolah bersama pemilik tempat dan orang tua.
Bagaimana keselamatan anak selama magang?
Fasilitator membekali anak sebelum berangkat, memilih tempat yang sesuai usia, dan tetap berkomunikasi dengan tempat magang dan orang tua selama kegiatan.
Apakah magang mengganggu persiapan ujian kesetaraan?
Magang disusun sebagai bagian dari kurikulum SM, bukan tambahan di luar. Jadwal belajar untuk ujian kesetaraan tetap berjalan dan diatur sekolah.

Ayah Bunda yang punya anak usia SMP atau SMA dan ingin tahu lebih jauh tentang Sekolah Menengah SABar, magangnya, dan jalur kesetaraan Paket B dan Paket C, silakan datang berkunjung dan berbincang dengan admin SPMB SABar.