Yang membedakan backpacker SABar dari karyawisata adalah siapa yang merencanakan. Sobat SM menyusun rute, menghitung ongkos, membandingkan pilihan transportasi, dan membagi tugas dalam kelompok. Fasilitator mendampingi, tetapi keputusan sehari-hari ada pada anak. Ketika rencana meleset, misalnya tertinggal kendaraan atau salah membaca peta, di situlah pelajaran paling berharga terjadi.
Perjalanan ke luar negeri bukan tujuan utama, melainkan ujian kesiapan: apakah anak yang tiga tahun lalu masih diantar ke saung kini bisa mengurus dirinya di tempat yang bahasanya pun berbeda. Halaman [Outing, Live-In, dan Backpacker](/program/outing-live-in-backpacker) menguraikan persiapannya.