Pengalaman yang Membentuk

Belajar Melampaui Batas Sekolah

Dunia anak melebar sedikit demi sedikit: dari saung ke desa, dari desa ke kota lain, dari kota lain ke pulau dan negara lain. SABar mengatur pelebaran itu agar selalu pas dengan usianya.

Sobat SM dalam perjalanan belajar ke luar kota

Mengapa ruang belajar perlu diperluas

Anak yang hanya mengenal satu lingkungan akan mengira seluruh dunia seperti lingkungannya. Ia terkejut ketika bertemu orang dengan bahasa, makanan, dan kebiasaan yang lain. SABar ingin keterkejutan itu terjadi lebih awal, dalam dosis yang aman, dan dengan pendampingan, supaya ketika dewasa anak tidak gentar menghadapi dunia yang luas.

Visi SABar menyebut cita-cita menjadi sekolah alam yang menjadi rujukan hingga ke luar negeri, dan misinya memuat kerja sama dengan lembaga di dalam dan luar negeri. Cita-cita itu tidak dikejar dengan brosur, tetapi dengan langkah kecil: setiap tahun anak-anak dibawa sedikit lebih jauh dari tahun sebelumnya.

Melebar secara berjenjang

TK: sekitar sekolah dan Banyumas

Sobat Kecil mengenal hutan damar tempat sekolahnya berdiri, lalu desa tetangga, terminal, museum, dan pasar. Perjalanan paling jauh biasanya Edutrain: naik kereta ke Cilacap untuk mengenal transportasi, dengan orang tua ikut mendampingi.

SD: menjelajah kabupaten

Kunjungan belajar ke bukit, saung petani, dan tempat bersejarah di Banyumas. Trekking, tubing, dan camping membawa anak ke sungai dan lereng gunung yang tidak jauh dari sekolah.

Sekolah Menengah tahun pertama: luar kabupaten

Live-in di kabupaten lain dalam satu provinsi dan mountaineering dasar. Sobat SM belajar mengurus barang bawaan, uang saku, dan dirinya sendiri jauh dari rumah.

Tahun kedua: luar provinsi

Live-in lebih jauh, mountaineering dengan unsur survival, dan magang di bidang manajemen dan usaha kecil.

Tahun ketiga: luar pulau atau luar negeri

Backpacker ke negara tetangga pernah menjadi agenda Sobat SM, dirancang sebagai perjalanan hemat yang direncanakan anak sendiri: rute, anggaran, dan penginapan.

Peristiwa

Jenjang ini adalah kerangka, bukan janji destinasi. Tujuan tiap angkatan ditentukan sekolah bersama orang tua dengan mempertimbangkan kesiapan anak dan kondisi tahun itu.

Backpacker: perjalanan yang direncanakan sendiri

Yang membedakan backpacker SABar dari karyawisata adalah siapa yang merencanakan. Sobat SM menyusun rute, menghitung ongkos, membandingkan pilihan transportasi, dan membagi tugas dalam kelompok. Fasilitator mendampingi, tetapi keputusan sehari-hari ada pada anak. Ketika rencana meleset, misalnya tertinggal kendaraan atau salah membaca peta, di situlah pelajaran paling berharga terjadi.

Perjalanan ke luar negeri bukan tujuan utama, melainkan ujian kesiapan: apakah anak yang tiga tahun lalu masih diantar ke saung kini bisa mengurus dirinya di tempat yang bahasanya pun berbeda. Halaman [Outing, Live-In, dan Backpacker](/program/outing-live-in-backpacker) menguraikan persiapannya.

Dunia yang datang ke SABar

Tamu dari luar negeri

Lewat lembaga penelitian sebuah universitas di Purwokerto, Sobat SM pernah menerima kunjungan mahasiswa kedokteran dari Belanda sebagai narasumber wawasan internasional.

Mitra lembaga

Sebuah yayasan dari Belgia pernah terlibat dalam kegiatan di SABar, termasuk saat pembangunan saung. Kerja sama dengan kampus di Purwokerto membuka pertukaran narasumber dan penelitian.

Jaringan sekolah alam

SABar adalah anggota Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN), sehingga fasilitator dan anak terhubung dengan sekolah alam lain di berbagai daerah lewat jambore dan kegiatan bersama.

Yang dipersiapkan sebelum melangkah jauh

  1. Pembicaraan dengan orang tua. Setiap perjalanan menginap atau ke luar daerah dibahas lebih dulu, dan orang tua mengisi form persetujuan.
  2. Latihan bertahap. Sebelum live-in luar provinsi, anak sudah pernah camping dan live-in yang lebih dekat. Sebelum mountaineering lanjutan, ia sudah melewati tingkat dasar.
  3. Perencanaan oleh anak. Semakin tinggi jenjang, semakin besar porsi anak dalam menyusun rencana dan anggaran.
  4. Refleksi dan portofolio. Perjalanan ditutup dengan laporan, presentasi, atau proyek, yang masuk ke portofolio dan dibicarakan dalam Progress Report.

Tentang klaim "internasional"

SABar berhati-hati memakai kata internasional. Yang benar-benar pernah terjadi adalah backpacker Sobat SM ke negara tetangga, kunjungan tamu dari luar negeri, dan kerja sama dengan lembaga asing dalam kegiatan tertentu. SABar tidak memakai kurikulum asing dan tidak menjanjikan perjalanan ke luar negeri bagi setiap anak. Bila Ayah Bunda ingin tahu agenda tahun berjalan, tanyakan langsung kepada sekolah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah setiap murid Sekolah Menengah pasti ke luar negeri?
Tidak dijanjikan. Jenjang tertinggi adalah luar pulau atau luar negeri, dan tujuan tiap angkatan ditentukan bersama orang tua sesuai kesiapan dan kondisi.
Berapa biaya perjalanan ini?
Biaya perjalanan jauh dibicarakan sekolah dengan orang tua per kegiatan, dan untuk backpacker anak ikut menyusun anggaran hematnya. Gambaran biaya sekolah secara umum bisa ditanyakan kepada admin SPMB SABar.
Apakah anak TK dan SD juga bepergian jauh?
Jangkauan TK dan SD masih di sekitar Banyumas dan kabupaten tetangga, seperti Edutrain ke Cilacap, dengan pendampingan orang tua pada kegiatan tertentu.
Bagaimana dengan anak yang belum siap jauh dari rumah?
Kesiapan tiap anak berbeda dan dihormati. Fasilitator membicarakan bentuk keikutsertaan yang pas dengan orang tua, termasuk pilihan ikut sebagian kegiatan.

Perjalanan paling jauh selalu dimulai dari langkah pertama yang dekat: datang ke SABar, melihat saung dan kebun tempat semuanya bermula, lalu berbincang dengan fasilitator tentang sejauh mana anak-anak dibawa belajar tahun ini. Admin SPMB SABar siap membantu mengatur kunjungan Ayah Bunda.