Magang berjenjang
Dimulai dari bidang kreatif dan kuliner, lalu manajemen dan UMKM, lalu industri dan lintas bidang. Anak merasakan pekerjaan sungguhan sebelum harus memutuskan masa depannya.
Cara Belajar › Filosofi
Anak hebat tidak harus hebat di hal yang sama. Kalimat ini adalah harapan SABar untuk setiap lulusannya: menemukan apa yang besar di dalam dirinya, lalu berani menjalaninya.
Di usia TK dan SD awal, pertanyaan orang tua biasanya sederhana: apakah anak saya senang di sekolah, apakah ia sudah lancar membaca. Menjelang SD akhir dan masuk usia remaja, pertanyaannya berubah menjadi lebih sulit: anak saya ini sebenarnya kuat di mana, ia ingin jadi apa, dan apakah ia tahu arahnya.
Banyak remaja menjawab pertanyaan itu dengan mencontoh teman atau mengikuti pilihan orang tua, karena mereka tidak pernah diberi cukup kesempatan untuk mencoba. "Discover the Great in You", slogan lulusan Sekolah Alam Baturraden (SABar), lahir dari kegelisahan itu. Kalimat ini dengan sengaja tidak diterjemahkan, tetapi maknanya sederhana: temukan yang hebat di dalam dirimu. Hebat di sini bukan berarti menjadi yang paling unggul di antara teman, melainkan mengenal kekuatan sendiri cukup dalam untuk berani menempuh jalan sendiri.
Ada anak yang kuat di angka dan logika. Ada yang hidup lewat kata-kata, menulis, dan bercerita. Ada yang tangannya terampil: memasak, merakit, membuat kerajinan, membangun. Ada yang kehebatannya terlihat ketika ia memimpin teman-temannya saat trekking, atau ketika ia menjadi orang pertama yang mendekati teman yang sedang sedih.
SABar meyakini bahwa semua itu adalah kehebatan yang sama berharganya. Karena itu di SABar tidak ada ranking, dan penilaian tidak berhenti pada angka. Di SD, selain rapor narasi, ada rapor bakat yang khusus mencatat ke mana kecenderungan anak sedang mengarah. Di Sekolah Orang Tua, ada sesi Capturing Talent untuk membantu Ayah Bunda membaca tanda-tanda itu di rumah.
Fasilitator mencatat di kegiatan mana anak paling tekun, paling hidup, dan paling mudah lupa waktu.
Anak diberi kesempatan beragam: proyek, pentas, Market Day, riset kecil, outbound, magang.
Anak diajak menamai sendiri apa yang ia sukai, apa yang ia kuasai, dan apa yang masih ingin ia pelajari.
Semakin besar anak, semakin banyak kesempatan nyata yang ia dapat. Di Sekolah Menengah, Sobat SM menjalani kurikulum pendidikan kesetaraan yang dirancang berjenjang supaya setiap tahun ia melangkah lebih jauh ke dunia nyata.
Dimulai dari bidang kreatif dan kuliner, lalu manajemen dan UMKM, lalu industri dan lintas bidang. Anak merasakan pekerjaan sungguhan sebelum harus memutuskan masa depannya.
Dari membuat pertunjukan, menyelenggarakan pameran atau expo, sampai menjadi penyelenggara acara. Setiap proyek menuntut keterampilan yang berbeda, dan di situ anak menemukan perannya.
Tinggal bersama masyarakat di luar kabupaten, lalu luar provinsi, lalu lebih jauh lagi. Anak belajar siapa dirinya ketika jauh dari rumah.
Dari rencana usaha dan berjualan, ke pemasaran dan branding, sampai studi kelayakan usaha.
Belajar langsung dari orang yang berkarya di bidangnya, misalnya penulis dan penerjemah naskah Babad Banyumas, agar anak melihat seperti apa seseorang yang benar-benar menekuni sesuatu.
Semua perjalanan itu dikumpulkan dalam buku portofolio pengembangan diri. Bersama kemampuan mempresentasikan diri, proyek kolaborasi, dan riset sederhana, portofolio menjadi cara Sobat SM melihat jejaknya sendiri: apa yang dulu ia coba, apa yang ternyata ia sukai, dan ke mana ia ingin melangkah setelah lulus.
"Discover the Great in You" sering disalahpahami sebagai urusan menemukan bakat saja. Padahal setengah dari mengenal diri adalah jujur pada bagian yang masih perlu dilatih. Remaja yang tahu bahwa ia kuat di ide tetapi lemah di ketekunan, dan mau berlatih menyelesaikan proyek sampai tuntas, sedang belajar sesuatu yang jauh lebih berguna daripada sekadar tahu bakatnya.
Di SABar, hal ini ditemani lewat refleksi yang rutin setelah kegiatan, lewat kurikulum aqil baligh yang menyiapkan remaja memikul tanggung jawab atas dirinya, dan lewat pendampingan fasilitator yang mengenal anak selama bertahun-tahun. Akhlak tetap menjadi pijakannya: kehebatan yang ingin ditumbuhkan adalah kehebatan yang membawa manfaat bagi orang lain.
Meskipun slogan ini paling terasa di jenjang remaja, benihnya ditanam sejak dini. Sobat Kecil di TK sudah punya Talents Program dan kesempatan tampil di pentas akhir tahun. Anak SD menjalani mentoring farming di kelas awal dan mentoring bisnis di kelas akhir, mengikuti Pitching Literasi dan Festival Sains, serta tampil di Festival Talent. Setiap kesempatan kecil itu adalah latihan untuk pertanyaan besar yang akan datang nanti: apa yang hebat di dalam diriku?
Kalau Ayah Bunda punya remaja yang sedang mencari arah, atau anak SD yang mulai bertanya "aku bisa apa", mari berbincang. Admin SPMB SABar bisa membantu menjadwalkan kunjungan ke Sekolah Menengah agar anak melihat sendiri seperti apa belajar di sana.