Pengalaman yang Membentuk

Satu Tahun Bersama SABar

Kalau kalender SABar dibaca sebagai daftar acara, ia terlihat padat. Kalau dibaca sebagai perjalanan, tiap agenda ternyata adalah bagian dari cerita yang sama: anak belajar melalui pengalaman, bersama keluarganya.

Ilustrasi perjalanan satu tahun ajaran di SABar School

Membaca tahun ajaran sebagai perjalanan

Setiap awal tahun ajaran, sekolah menyampaikan rencana program kepada orang tua: apa yang akan dialami anak dalam setahun, dirinci tiap triwulan. Halaman ini bukan pengganti rencana itu, karena tanggal pasti berbeda tiap tahun dan tiap unit. Halaman ini hanya memperlihatkan agenda yang biasanya hadir dalam setahun di SABar, dan mengapa masing-masing ada.

Ada tiga lapisan dalam kalender SABar. Lapisan pertama adalah ritme rutin: kegiatan pekanan dan dua pekanan yang berulang sampai menjadi kebiasaan. Lapisan kedua adalah tonggak triwulan: Progress Report yang menandai empat babak dalam setahun. Lapisan ketiga adalah agenda besar: festival, camp, dan perayaan yang datang sekali setahun. Ketiganya saling menopang.

Ritme yang berulang

Market Day, dua pekan sekali

Di semua unit, dari Mercury Class di TK sampai Andromeda Class di Sekolah Menengah dan Sun Class di Sekolah Kemandirian, anak-anak berjualan dengan tema yang berganti: olahan ubi, makanan berbaju daun pisang, kuliner daerah. Harinya diatur per kelas.

Special Friday dan hari farming

Di TK, Jumat adalah hari pengayaan bakat dan life skill: farming, gerak lagu, bercerita, perkusi, crafting. Di jenjang lain ada ritme serupa untuk kebun, outbound, dan Green Life Style.

Al-Qur'an dan ibadah harian

Muroja'ah di Circle Time, sholat dhuha, dan pembiasaan dengan metode Ummi berjalan tiap hari, lalu bertemu tonggaknya pada Halaqah Qur'an dan Tasmi' tiap semester.

Perjalanan dari awal sampai akhir tahun

Pembukaan tahun

Sekolah dibuka dengan MPLS, masa pengenalan yang di TK dikemas sebagai petualangan kecil: safari sekolah, mengenal saung dan kebun, membuat kesepakatan kelas. Orang tua bertemu pada rapat awal tahun dan Sekolah Orang Tua (SOS) pertama, yang membahas tumbuh kembang, bakat, aqil baligh, dan program terapi sesuai unitnya. Sobat Kemandirian punya Playdate khusus di awal tahun.

Triwulan pertama

Family Camp mengajak seluruh keluarga berkemah bersama. Hari Tani dirayakan sebagai panen raya di kebun sekolah. Sobat SM mulai Outing dan Learn to Maestro, misalnya menjelajah Banyumas dan bertemu orang yang berkarya di bidangnya. Triwulan ditutup dengan Progress Report pertama, bersamaan Pentas TK dan Kemandirian serta Pitching Business.

Triwulan kedua

Festival Talent memberi panggung pada bakat yang mulai terlihat. Family Day dan Festival Literasi mempertemukan keluarga dengan buku dan karya anak. Festival Budaya berlangsung sepekan, dengan pertunjukan dan stand per kelas bersama orang tua. Progress Report kedua menutup semester bersamaan Halaqah Qur'an dan Tasmi'.

Triwulan ketiga

Menjelang Ramadhan ada Quranic Camp; sepanjang Ramadhan ada kegiatan seperti Safari Ramadhan ke beberapa masjid dan acara berbagi yang diinisiasi Sobat SM untuk anak-anak di desa sekitar. Sobat Kemandirian punya rangkaian kegiatan sendiri, dari Modern Market hingga Learn to Maestro dan Edutrain. Progress Report ketiga datang bersama Pentas Khitobah SD dan Pitching Project.

Triwulan keempat

Festival Sains dan Pitching Literasi memperlihatkan hasil riset dan bacaan anak. TK menggelar outbound terbuka bagi anak-anak di sekitar Baturraden. Sobat SM berangkat Outing dan Live-in. Qurban dan Manasik Haji dialami langsung di sekolah. Tahun ditutup dengan Progress Report keempat, Student Recognition, dan Akhirussanah: drama musikal, apresiasi, dan wisuda.

Masa libur

Sekolah tidak sepenuhnya sepi. Ada Playdate dan terapi bersama bagi anak berkebutuhan khusus dengan pendamping, dan fasilitator mengikuti upgrading serta outbound fasilitator.

Agenda keluarga dan komunitas

Di sela agenda anak, ada agenda yang memang dibuat untuk orang dewasa. Sekolah Orang Tua (SOS) hadir kira-kira sebulan sekali dengan tema yang bergantian: tumbuh kembang, menumbuhkan bakat anak, komunikasi keluarga, hingga parenting akbar bersama komite. Tapake Ramane mengumpulkan para ayah untuk membicarakan peran mereka dalam mendidik anak, dan percakapannya berlanjut di grup daring.

Ada pula agenda yang membawa SABar keluar pagar: Gebyar Inklusi Banyumas, ketika sekolah ikut merayakan keberagaman anak bersama lembaga lain di kabupaten, dan ekspedisi "1000 Pendaki Gunung untuk Palestina", ketika mendaki dijadikan cara menumbuhkan kepedulian. Agenda semacam ini tidak selalu hadir tiap tahun, tetapi menunjukkan ke mana sekolah ingin bergerak: bersama masyarakat, bukan di dalam tembok.

Mengapa Progress Report menjadi tulang punggung

Empat Progress Report dalam setahun bukan sekadar pembagian rapor. Tiap triwulan, Ayah Bunda duduk bersama fasilitator untuk membicarakan perkembangan anak secara naratif, tanpa ranking, dan hampir selalu dirangkai dengan acara anak: pentas, pitching, atau puncak festival. Dengan begitu, apa yang Ayah Bunda tonton di panggung dan apa yang dibicarakan di meja fasilitator adalah cerita yang sama. Sekolah berharap orang tua hadir, karena rencana program triwulan berikutnya disampaikan pada pertemuan itu.

Yang berbeda tiap unit

Kerangka di atas berlaku untuk semua, tetapi isinya disesuaikan jenjang. Sobat Kecil di TK mengalami Sekolah Malam sekali tiap semester, dari siang hingga menjelang malam, dengan bermain peran dan Qur'anic camp versi kecil. Anak SD mendapat mentoring farming untuk kelas bawah dan mentoring bisnis untuk kelas atas, serta Pentas Khitobah. Sobat SM menjalani agenda yang lebih jauh: backpacker, live-in, mountaineering, magang, dan project yang berjenjang dari pertunjukan sampai mengelola acara. Sobat Kemandirian punya rangkaian LIKm dan Live-in Kemandirian. Rincian jadwal tiap kelas disampaikan sekolah kepada orang tua di awal tahun ajaran.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah semua kegiatan ini wajib diikuti?
Sebagian besar adalah bagian dari pembelajaran, bukan tambahan. Untuk kegiatan menginap atau ke luar sekolah seperti Sekolah Malam, outing, dan live-in, orang tua mengisi form persetujuan lebih dulu.
Apakah tanggalnya sama tiap tahun?
Tidak. Urutan dan ritmenya mirip, tetapi tanggal diatur tiap tahun dan disampaikan pada rapat awal tahun serta pemaparan triwulan. Kabar terbaru juga dimuat di halaman Kabar.
Berapa banyak kegiatan yang melibatkan orang tua?
Cukup banyak: rapat awal tahun, SOS kira-kira sebulan sekali, Progress Report tiap triwulan, Family Camp, Family Day, dan Festival Budaya. SABar memandang orang tua sebagai mitra, bukan penonton.
Bagaimana dengan kegiatan di SABar Learning Centre Cilacap?
Kerangka tahunannya mengikuti SABar, dengan penyesuaian untuk anak dan keluarga di Cilacap. Rinciannya dibicarakan sekolah langsung dengan orang tua di unit tersebut.

Kalender ini akan lebih mudah dibayangkan setelah Ayah Bunda melihat satu hari biasa di SABar. Datanglah pada hari sekolah, lihat Circle Time, kebun, dan saung, lalu tanyakan kepada fasilitator agenda apa yang sedang disiapkan bulan itu. Admin SPMB SABar akan membantu mengatur waktunya.