Minat, Bakat & Masa Remaja

Anak Hebat Tidak Harus Hebat di Hal yang Sama

Ada anak yang cepat dengan angka, ada yang pandai bercerita, ada yang tangannya terampil, ada yang selalu tahu bagaimana membuat temannya merasa diterima. Di SABar, semua itu dihitung sebagai kehebatan.

Anak-anak SABar dengan kegemaran yang berbeda-beda

Potensi tidak selalu muncul di mata pelajaran yang sama

Ayah Bunda mungkin pernah merasakan ini: seorang anak terlihat biasa saja saat mengerjakan soal, tetapi berubah bersinar begitu diberi kardus, gunting, dan lem. Anak lain tampak pendiam di kelas, tetapi menjadi orang pertama yang menenangkan teman yang menangis saat outbound. Kehebatan anak jarang muncul di tempat yang kita duga.

Karena itu SABar sengaja memperbanyak ragam pengalaman anak. Dalam sepekan, Sobat SABar tidak hanya duduk mengerjakan lembar kerja. Mereka menanam di raised bed, memasak, memanjat, bermain peran, bercerita, berjualan di Market Day, dan berbicara di depan teman. Setiap kegiatan menjadi jendela untuk melihat sisi anak yang berbeda. Fasilitator di SABar memang diposisikan sebagai pengamat potensi, bukan hanya penyampai materi.

Pandangan ini sejalan dengan slogan lulusan SABar, "Discover the Great in You". Harapannya sederhana: setiap anak mengenal kekuatan dirinya sendiri, mengenal bagian yang masih perlu ia tumbuhkan, dan berani menempuh jalannya sendiri tanpa harus dibandingkan dengan anak lain. Pesan yang sering diulang di SABar adalah bahwa anak ibarat bintang yang punya cahayanya sendiri, bukan bulan yang hanya memantulkan cahaya orang tuanya.

Dari mengamati sampai memberi ruang

Menumbuhkan bakat di SABar bukan satu program, melainkan rangkaian yang bergerak bersama usia anak. Di TK, Sobat Kecil di Mercury Class dan Venus Class mendapat jam khusus Talents Program dan kegiatan seni, perkusi, gerak dan lagu, serta crafting, sementara fasilitator mencatat apa yang membuat mata anak berbinar. Di SD, pengamatan ini dirangkum dalam rapor bakat yang berjalan berdampingan dengan rapor naratif, dan anak-anak kelas atas mulai mendapat mentoring sesuai bidang.

Di jenjang Sekolah Menengah, ruangnya makin lebar. Sobat SM menjalani Talent Based Activity, project yang berjenjang dari pertunjukan sampai pameran, Learn to Maestro bersama orang yang sungguh-sungguh berkarya di bidangnya, dan magang di dunia kerja yang bertahap mulai dari bidang kreatif dan kuliner. Tidak heran bila banyak orang tua menyebut jenjang ini sebagai "sekolah minat dan bakat".

Orang tua pun diajak ikut mengamati. Seri Sekolah Orang Tua SABar (SOS) memuat sesi tentang Capturing Talent untuk orang tua SD dan sesi "Menumbuhkan Bakat Anak", sehingga cara pandang di rumah dan di sekolah bisa saling melengkapi.

Mengapa SABar tidak memeringkat anak

Jika kehebatan anak beragam, maka membandingkan mereka dalam satu garis angka menjadi tidak adil. SABar tidak memeringkat anak. Setiap anak diukur dari perjalanannya sendiri: di mana ia berada tiga bulan lalu, dan di mana ia sekarang. Itulah sebabnya laporan perkembangan di SABar bernama Progress Report, disusun dalam bentuk narasi, dan dibicarakan langsung bersama Ayah Bunda tiap triwulan.

Cara ini juga melindungi anak yang kehebatannya belum terlihat. Ada anak yang butuh waktu lebih lama untuk menemukan hal yang ia sukai. Di alam, tidak ada yang tumbuh terburu-buru, dan semuanya mekar pada waktunya. Tugas sekolah adalah menjaga agar tanahnya tetap subur sampai saat itu tiba.

Belajar tentang bakat, atau belajar melalui bakat?

Ada bedanya antara anak yang diberi tahu bahwa ia berbakat menggambar dan anak yang diberi kesempatan menggambar poster untuk Market Day kelasnya, lalu melihat orang lain membaca posternya. Yang pertama hanya belajar tentang dirinya. Yang kedua belajar melalui dirinya, dan pengalaman itu yang melekat.

Karena itu di SABar, bakat tidak berhenti pada pengamatan. Setiap potensi yang terlihat segera diberi wadah: tampil di Festival Talent, mengisi pentas akhir tahun, memimpin kelompok outbound, mengelola stan Market Day, atau menulis cerita yang dibukukan. Semakin besar anak, semakin nyata wadahnya, sampai pada magang dan project yang bersentuhan dengan masyarakat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah SABar punya tes bakat khusus untuk anak baru?
Yang utama di SABar adalah pengamatan dalam keseharian, bukan tes sekali jalan. Saat SPMB, anak diobservasi lebih dulu, lalu fasilitator terus mengamati melalui kegiatan, karya, dan pola ketertarikan anak sepanjang tahun.
Bagaimana jika anak kami belum terlihat menonjol di bidang apa pun?
Itu wajar dan sering terjadi. SABar memperbanyak ragam pengalaman supaya anak punya banyak kesempatan menemukan hal yang ia sukai, dan tidak ada ranking yang membuat anak merasa tertinggal.
Sejak jenjang apa bakat anak mulai diperhatikan?
Sejak TK. Mercury Class dan Venus Class sudah punya jam Talents Program dan kegiatan seni, dan hasil pengamatannya masuk ke Progress Report yang dibicarakan bersama orang tua.
Apakah orang tua dilibatkan?
Ya. Sekolah Orang Tua SABar memuat sesi khusus tentang Capturing Talent dan menumbuhkan bakat anak, dan Progress Report tiap triwulan menjadi ruang berbincang tentang perkembangan anak.

Kalau Ayah Bunda penasaran bagaimana fasilitator melihat anak, cara paling baik adalah datang dan menyaksikannya sendiri. Jadwalkan kunjungan, ikut melihat anak-anak berkegiatan, dan berbincang dengan admin SPMB SABar tentang jenjang yang cocok untuk anak.