Alam & Petualangan
Langit Baturraden sudah gelap, tetapi sekolah masih ramai. Anak-anak duduk melingkar dengan senter, membaca doa sebelum tidur yang biasanya hanya mereka ucapkan di kamar sendiri.
Banyak hal yang di rumah dilakukan orang tua tanpa disadari anak: menyiapkan alas tidur, memastikan ia sudah sikat gigi, mematikan lampu, membangunkannya untuk sholat. Sekolah Malam dan camping memberi anak kesempatan mengalami semua itu tanpa Ayah Bunda di sampingnya, dalam lingkungan yang aman dan didampingi fasilitator.
Yang dilatih bukan hanya keberanian tidur di luar rumah. Ada kebersamaan, karena anak harus berbagi ruang dan menunggu giliran. Ada spiritualitas, karena malam adalah waktu doa, tilawah, dan muroja'ah yang terasa berbeda ketika dilakukan di bawah langit terbuka. Dan ada kemandirian, karena tidak ada yang mencarikan sandalnya kalau ia tidak menaruhnya di tempat semula.
Di SABar, semua itu dirancang bertahap sesuai usia. Anak tidak langsung diajak menginap. Ia diperkenalkan dulu pada malam di sekolah, lalu pada tenda, lalu pada perjalanan yang lebih jauh.
| Jenjang | Bentuk kegiatan | Yang dilatih |
|---|---|---|
| TK (Mercury dan Venus Class) | Sekolah Malam, dari siang hingga menjelang Isya, sekali tiap semester, dirangkai dengan Quranic Camp | Berani berada di sekolah saat gelap, sholat Maghrib bersama, makan malam tertib |
| SD (Earth hingga Neptune Class) | Sekolah Malam hingga kelas enam, Quranic Camp menjelang Ramadhan | Mengurus perlengkapan sendiri, tilawah dan muroja'ah malam, kebersamaan |
| Sekolah Menengah (Sobat SM) | Camping dalam rangkaian mountaineering, live-in, dan Safari Ramadhan | Mendirikan tenda, memasak, membagi tugas, mengambil keputusan |
| Sekolah Kemandirian dan keluarga | Family Camp bersama orang tua, Live In Kemandirian | Bonding keluarga, kemandirian dengan pendampingan |
Rincian format dan waktu untuk tiap kelas disampaikan sekolah kepada orang tua di awal tahun ajaran, dan kegiatan ini selalu memerlukan persetujuan tertulis dari Ayah Bunda.
Untuk anak TK, Sekolah Malam adalah petualangan besar. Ia datang kembali ke sekolah di siang hari, bermain, makan bersama, lalu menyaksikan hari berganti gelap di tempat yang biasanya ia tinggalkan saat matahari masih tinggi. Dalam rencana mingguan TK, Sekolah Malam pernah dirangkai dengan tema "The Universe": anak-anak bermain peran sebagai astronot dan mengamati bintang serta bulan yang pekan itu sedang mereka pelajari.
Sholat Maghrib berjamaah, doa, dan hafalan surat pendek mengisi malam itu. Menjelang Isya, Ayah Bunda menjemput. Bagi sebagian anak, ini pertama kalinya mereka berada jauh dari rumah ketika gelap, dan pulang dengan cerita yang panjang.
Quranic Camp digelar menjelang Ramadhan dan menjadi salah satu agenda Sekolah Orang Tua. Al-Qur'an di SABar dipelajari dengan metode Ummi, tetapi penekanannya pada pengamalan. Camp ini memberi suasana berbeda untuk tilawah, muroja'ah, dan pembiasaan ibadah, dan untuk TK dirangkai dengan Sekolah Malam.
Family Camp berbeda lagi. Di sini seluruh keluarga ikut berkemah, biasanya sekali setahun dalam seri Sekolah Orang Tua bertema family bonding. Ayah Bunda melihat langsung bagaimana anaknya mengurus diri di luar rumah, dan anak melihat orang tuanya ikut bersusah payah mendirikan tenda. Pengalaman ini sering menjadi bahan perbincangan panjang di rumah.
Sobat SM punya pengalaman tersendiri lewat Safari Ramadhan: beberapa hari berkegiatan di masjid yang berbeda di Purwokerto, dari masjid di lingkungan mahasiswa hingga masjid dekat pasar, untuk belajar ibadah dan filantropi dari masyarakat yang berbeda.
Bagi Sobat SM, camping adalah bagian dari jalur mountaineering yang bertingkat dari basic, survival, hingga advance. Agenda Sekolah Menengah mencakup live-in dan mountaineering di Gunung Pakuwaja, Dieng. Di sana remaja tidak sekadar menginap. Mereka merencanakan perbekalan, membagi tugas memasak dan menjaga api, serta belajar membuat keputusan ketika cuaca berubah.
Dokumentasi sekolah juga memuat edukasi tentang api, dengan pesan sederhana: api bisa menjadi berkah jika digunakan dengan baik. Menyalakan api, memasaknya, dan memadamkannya dengan benar adalah kecakapan yang dipelajari di kegiatan seperti ini, bukan dari buku.
Setiap Sekolah Malam dan camping disiapkan fasilitator dengan memperhatikan usia dan kondisi anak. Orang tua menerima informasi perlengkapan dan mengisi form persetujuan sebelumnya. Selama kegiatan, anak selalu didampingi, dan perlengkapan P3K tersedia. Anak berkebutuhan khusus didampingi sesuai kebutuhannya. Bila ada kondisi kesehatan tertentu, Ayah Bunda diajak membicarakannya lebih dulu dengan fasilitator.
Kalau Ayah Bunda ingin tahu bagaimana anak bisa pulang dari Sekolah Malam dengan mata berbinar, bertanyalah langsung kepada fasilitator saat berkunjung. Cerita setiap anak berbeda, dan itulah yang membuatnya berharga.