Mengenal SABar

Jejaring & Mitra

Salah satu misi SABar adalah bekerja sama dengan lembaga di dalam dan luar negeri. Bukan untuk daftar logo di spanduk, melainkan agar anak dan fasilitator punya lebih banyak orang untuk belajar bersama.

Sobat SM berbincang dengan tamu dari perguruan tinggi di saung SABar

Mengapa sekolah alam perlu jejaring

Sekolah alam dibangun di atas keyakinan bahwa ilmu Allah sangat luas dan satu bidang selalu berhubungan dengan bidang lain. Konsekuensinya, sekolah tidak mungkin menyimpan semua ilmu itu di dalam pagarnya. Ada hal yang lebih baik dipelajari dari petani di sebelah, penulis babad, mahasiswa kedokteran dari negeri lain, atau sekolah alam di kota lain yang sudah lebih dulu mencoba sesuatu.

Karena itu misi ketiga SABar berbunyi "menjalin kerja sama dengan lembaga di dalam dan luar negeri". Halaman ini memperkenalkan jejaring yang sudah berjalan. Kami hanya menuliskan yang terdokumentasi; beberapa kerja sama lain masih dirapikan datanya dan akan ditambahkan setelah dikonfirmasi sekolah.

Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN)

SABar adalah anggota Jaringan Sekolah Alam Nusantara, jejaring sekolah-sekolah alam di berbagai daerah Indonesia yang berpijak pada konsep sekolah alam yang digagas Lendo Novo. Dari JSAN pula lahir kurikulum khas sekolah alam, Belajar Bersama Alam (BBA), yang di SABar disinergikan dengan Kurikulum Merdeka.

Bagi fasilitator, JSAN adalah ruang belajar: ada Jambore Fasilitator Sekolah Alam, pelatihan, dan pertukaran praktik antarsekolah. Bagi anak, jejaring ini membuka kemungkinan bertemu Sobat sekolah alam dari kota lain. Pengelola SABar juga dipercaya memimpin JSAN untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY, sehingga SABar ikut mendampingi sekolah alam lain di sekitarnya.

Perguruan tinggi

Universitas Amikom Purwokerto

Pada 15 Juni 2021, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Purwokerto dan PKBM Alam Purwokerto menandatangani nota kesepahaman tentang Tri Dharma perguruan tinggi: pertukaran narasumber, dosen, mahasiswa, dan murid; penelitian dan publikasi bersama; pengabdian masyarakat; serta pertemuan ilmiah. Kesepahaman itu berlaku lima tahun; status perpanjangannya sedang dikonfirmasi sekolah.

LPPM Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Melalui lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat UMP, pada Mei 2025 SABar menerima kunjungan mahasiswa kedokteran Groningen University, Belanda, yang menjadi narasumber wawasan internasional bagi Sobat SM di kampus Baturraden. Menariknya, informasi awal kunjungan ini datang dari orang tua murid, contoh nyata orang tua sebagai sumber belajar.

Mahasiswa sebagai teman belajar

Kerja sama dengan kampus membuka pintu bagi mahasiswa untuk magang, meneliti, atau mengabdi di SABar. Prosedur dan bidang yang tersedia dijelaskan di halaman SABar dalam penelitian.

Mitra dari luar negeri

Visi SABar menyebut "sekolah alam rujukan internasional", dan langkah ke arah itu dimulai dari hal konkret. Yayasan Tileng dari Belgia pernah bermitra dengan SABar, antara lain terlibat saat pembangunan saung belajar di kampus; saung-saung itulah yang kini dipakai anak-anak setiap hari. Kunjungan mahasiswa Groningen University pada 2025 menambah pengalaman Sobat SM berbincang langsung dengan orang dari budaya lain.

Rincian ruang lingkup kerja sama dengan mitra luar negeri, termasuk yang sedang berjalan saat ini, akan ditampilkan setelah dikonfirmasi oleh sekolah. Kami memilih menulis sedikit yang pasti daripada banyak yang belum tentu.

Lembaga publik dan komunitas

Jejaring SABar tidak hanya ke atas, ke kampus dan luar negeri, tetapi juga ke samping, ke lembaga publik dan masyarakat sekitar.

Perpustakaan Nasional

PKBM Alam Purwokerto menerima bantuan rak dan buku dari Perpusnas dan ikut serta dalam Festival Pendidikan Nonformal pada 2024. Buku-buku itu memperkuat Taman Baca Masyarakat (TBM Alam) yang dikelola sekolah dan terbuka bagi warga.

Para maestro

Lewat program Learn to Maestro, anak belajar langsung dari orang yang berkarya di bidangnya: dari penulis dan penerjemah Babad Banyumas, pengelola Bale Babad Banyumas, sampai pelaku usaha dan pengrajin di sekitar Purwokerto.

Masyarakat Desa dan Banyumas

Warga sekitar kampus adalah mitra harian: tempat live-in, tempat anak belajar bertani dan berdagang, serta sasaran kegiatan sosial yang diinisiasi Sobat SM. Program Explore Banyumas membawa anak mengenal sejarah dan budaya tanah kelahirannya.

Mitra teknologi dan riset

Untuk layanan informasi, yayasan bekerja sama dengan PT Puskomedia Indonesia Kreatif dalam digitalisasi sekolah melalui platform ASIS, yang menjalankan situs ini, situs tiap unit, dan portal untuk orang tua. Di sisi riset, SABar mengenal gagasan Lendo Novo Research Centre tentang "sekolah alam 2.0" dengan bidang garapan energi terbarukan, air, sampah, pangan, kesehatan, ruang hijau, dan bisnis hijau, yang menjadi rujukan saat sekolah mengembangkan kebun dan laboratorium hijaunya.

Mitra tempat magang Sobat SM, mitra terapi untuk Sekolah Kemandirian, dan lokasi live-in terbaru sengaja tidak kami rinci di sini karena daftarnya berubah tiap tahun; Ayah Bunda bisa menanyakannya saat berkunjung.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah SABar bagian dari jaringan sekolah alam?
Ya. SABar adalah anggota Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN), dan pengelolanya ikut memimpin jejaring itu untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Kampus mana saja yang bermitra dengan SABar?
Yang terdokumentasi adalah Universitas Amikom Purwokerto (nota kesepahaman 2021 dengan PKBM Alam Purwokerto) dan LPPM Universitas Muhammadiyah Purwokerto (kunjungan mahasiswa Groningen University, 2025).
Bisakah lembaga kami mengajukan kerja sama?
Bisa. Sekolah terbuka untuk kerja sama penelitian, pengabdian, magang, dan kegiatan belajar bersama. Silakan hubungi sekolah melalui halaman kontak untuk memulai percakapan.
Siapa saja "maestro" dalam Learn to Maestro?
Orang-orang yang berkarya di bidangnya di sekitar Banyumas: penulis, pelaku usaha, pengrajin, petani, dan pengelola lembaga budaya. Daftarnya berganti sesuai tema belajar tiap triwulan.

Jejaring di halaman ini bermuara pada satu hal: anak yang punya lebih banyak guru di luar sekolahnya. Bila Ayah Bunda atau lembaga Ayah Bunda ingin menjadi bagian dari jejaring itu, atau sekadar ingin melihat bagaimana anak belajar dari para mitra, mari berbincang langsung dengan sekolah.