Mengenal SABar

SABar dalam Penelitian

Sekolah alam adalah laboratorium, dan laboratorium selalu mengundang orang untuk bertanya. Halaman ini untuk mahasiswa, dosen, dan peneliti yang ingin mempelajari SABar, serta untuk Ayah Bunda yang ingin tahu bagaimana anak di sini belajar meneliti.

Mahasiswa mengamati kegiatan belajar di kebun SABar

Sekolah yang terbiasa diamati

Hampir setiap hari di SABar ada orang yang mencatat: fasilitator menulis catatan anekdot untuk portofolio anak, shadow teacher mengisi laporan harian Sobat Kemandirian, kepala unit merekap refleksi triwulan. Kebiasaan mengamati dan mencatat ini membuat SABar tidak canggung ketika orang luar datang dengan pertanyaan penelitian.

Sebagai sekolah alam yang menggabungkan pendidikan inklusif, pendidikan kesetaraan, dan kurikulum Belajar Bersama Alam dalam satu ekosistem, SABar menyimpan banyak hal yang menarik diteliti: bagaimana anak berkebutuhan khusus belajar di tengah teman regulernya, bagaimana remaja menemukan arah lewat magang, atau bagaimana kebun menjadi media belajar matematika. Sekolah memandang penelitian sebagai bagian dari misinya bekerja sama dengan lembaga lain, bukan sebagai gangguan.

Pintu masuk bagi peneliti

Dasar paling jelas untuk penelitian di SABar adalah nota kesepahaman antara PKBM Alam Purwokerto dan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Purwokerto (2021), yang secara tegas memuat penelitian dan publikasi bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengabdian masyarakat, dan pertemuan ilmiah. Kerja sama dengan LPPM Universitas Muhammadiyah Purwokerto membuka jalur lain, termasuk kunjungan mahasiswa kedokteran Groningen University pada 2025.

  1. Kirim surat pengantar dari kampus atau lembaga beserta ringkasan rencana penelitian ke sekolah melalui halaman kontak.
  2. Sekolah akan mengajak berbincang untuk menyepakati unit, waktu, dan batas pengambilan data; prinsipnya, kegiatan anak tidak boleh terganggu.
  3. Selama di lapangan, peneliti mengikuti aturan yang sama dengan fasilitator: menjaga privasi anak, tidak mengambil foto atau data tanpa izin tertulis orang tua, dan membagikan hasilnya kepada sekolah.

Daftar penelitian, skripsi, dan publikasi yang pernah dilakukan di SABar sedang dihimpun dan akan ditampilkan setelah dikonfirmasi sekolah. Bila Anda pernah meneliti di SABar, sekolah akan senang menerima salinan hasilnya.

Etika: anak bukan objek

Ada satu hal yang tidak bisa ditawar. SABar melarang pengiriman dokumen, foto, atau video anak ke pihak luar tanpa izin, dan aturan ini berlaku bagi fasilitator, shadow teacher, maupun tamu. Anak berkebutuhan khusus, khususnya, adalah pribadi yang sedang bertumbuh, bukan kasus untuk dipamerkan. Peneliti diminta menyamarkan identitas, meminta persetujuan orang tua, dan memperlakukan setiap data sebagai amanah.

Bagi Ayah Bunda, ini berarti kehadiran peneliti di sekolah tidak pernah terjadi tanpa sepengetahuan dan izin orang tua yang anaknya terlibat.

SABar meneliti dirinya sendiri

Penelitian di SABar tidak hanya dilakukan orang luar. Pendekatan terapi berbasis alam yang kini disebut SaNGaT SABar (Special Needs Green Therapy) dikembangkan sekolah selama sekitar dua belas tahun lewat praktik, pengamatan, dan perbaikan terus-menerus, lalu dituliskan menjadi buku panduan internal bersama buku Belajar Bersama Alam. Dokumen program SABar merujuk pada kajian tentang biophilia dan manfaat ruang hijau bagi anak, serta anjuran aktivitas fisik harian untuk usia sekolah, sebagai dasar mengapa terapi dibawa dari ruang klinis ke alam terbuka.

Pada 2026 sekolah menjalankan program "From Shadow to Hero" yang menata ulang peran guru pendamping khusus, lengkap dengan cara memeriksa rencana belajar individual dan panduan berkomunikasi dengan orang tua. Program seperti ini lahir dari refleksi atas praktik sendiri, dan hasilnya terbuka untuk dikaji bersama mitra kampus.

SABar juga mengenal gagasan Lendo Novo Research Centre tentang sekolah alam sebagai pusat riset energi terbarukan, air, sampah, pangan, dan ruang hijau; kebun dan laboratorium hijau di kampus Baturraden menjadi tempat gagasan itu dicoba dalam skala sekolah.

Anak yang belajar meneliti

Yang paling penting dari semua ini adalah anak. Di SABar, riset bukan kata asing bagi murid. Sobat Kecil TK menanam benih di kapas dan mencatat perubahannya hari demi hari. Murid SD mengikuti alur belajar yang dimulai dari pengalaman, bertanya, mencari tahu, lalu mencoba solusi, misalnya membuat irigasi tetes dari botol bekas setelah mengamati tanaman yang kekeringan. Festival Sains tahunan menjadi panggung bagi pertanyaan-pertanyaan itu.

Di Sekolah Menengah, riset sederhana adalah bagian dari standar kompetensi lulusan, bersama portofolio dan proyek kolaborasi. Sobat SM mengukur kedalaman gua saat ekspedisi caving, menyusun laporan observasi, dan di jenjang akhir menggabungkan mountaineering dengan proyek sosial atau riset. Purwokerto Life School, jalur homeschooling di bawah PKBM, bahkan memakai tiga kata sebagai nilainya: Maker, Riset, Bisnis.

Belajar melalui penelitian seperti ini melatih hal yang tidak diajarkan buku: sabar menunggu data, jujur ketika hasil tidak sesuai harapan, dan berani bertanya lagi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah mahasiswa boleh meneliti di SABar?
Boleh. Ajukan surat pengantar dan ringkasan rencana penelitian melalui halaman kontak; sekolah akan mengajak berbincang untuk menyepakati unit, waktu, dan batas pengambilan data.
Apakah ada kerja sama resmi dengan perguruan tinggi?
Ada. Nota kesepahaman dengan Universitas Amikom Purwokerto (2021) memuat penelitian dan publikasi bersama. SABar juga bekerja sama dengan LPPM Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Bagaimana privasi anak dijaga saat ada penelitian?
Tidak ada foto, video, atau data anak yang boleh keluar tanpa izin tertulis orang tua. Identitas anak disamarkan, dan orang tua selalu diberi tahu bila anaknya terlibat.
Apakah murid SABar juga melakukan penelitian?
Ya, sesuai usianya: dari mencatat pertumbuhan benih di TK, membuat solusi sederhana di SD, sampai riset dan laporan observasi di Sekolah Menengah.

Bagi peneliti, pintu SABar terbuka; mulailah dengan sebuah surat dan secangkir teh di saung. Bagi Ayah Bunda, cara paling jujur untuk memahami sekolah yang senang bertanya adalah datang dan ikut bertanya. Admin SPMB SABar akan membantu menjadwalkan kunjungan.