← Kabar

Satu Tali, Seribu Langkah

28 Oktober 2026

Satu Tali, Seribu Langkah

“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.” Bagi Sobat Fase B, ungkapan ini lebih dari sekadar hafalan pada Selasa (27/10/2026). Dengan kaki yang terikat tali satu sama lain, mereka belajar bahwa langkah hanya bisa sampai tujuan jika diayunkan bersama dalam outbound bertajuk Kaki Seribu.

Sebelum turun ke lapangan, Sobat Fase B mendapat mentoring dan pengecekan alat dari Bunda Uut. Satu per satu, mereka ditanya peralatan apa saja yang dibawa. Bunda Uut juga membekali mereka dengan sebuah hadis tentang persaudaraan: seorang mukmin bagi mukmin lainnya ibarat sebuah bangunan, yang bagian-bagiannya saling menguatkan. “Mukmin yang satu dengan lainnya seperti bangunan (HR. Bukhari dan Muslim),” jelas Bunda Uut.

Setelah itu, Sobat Fase B berkumpul di lapangan untuk pemanasan. Pak Agil kemudian menjelaskan lintasan dan aturan permainan. Dalam misi ini, setiap kelompok harus melewati lintasan tali, mengambil bola atau botol yang telah disediakan, lalu memasukkannya ke dalam kardus. Ada satu syarat yang tidak bisa ditawar: ikatan mereka tidak boleh lepas. “Ketika bermain, ikatan teman-teman tidak boleh putus,” jelas Pak Agil.

Namun, menyatukan langkah ternyata tidak semudah kedengarannya. Ada kelompok yang talinya terputus, ada yang jatuh saat melewati rintangan, ada pula yang terpeleset. “Aku kepleset,” ujar Nara, Sobat Fase B. Meski begitu, semangat mereka tidak ikut runtuh. Menjelang putaran kedua, ada yang justru tampil memimpin dan mengajak teman-temannya bersiap. “Ayo, baris-baris!” ajak Tsabit, Sobat Fase B.

Selepas permainan, Sobat Fase B diajak merefleksikan pengalaman mereka di teras tribun. Menurut Pak Agil, selama bermain ada anggota kelompok yang memiliki keinginan berbeda-beda. “Ada yang masih menggunakan egonya, sehingga terputus,” jelasnya. Ia menambahkan, Kaki Seribu mengajak anak-anak untuk saling menguatkan dan tolong-menolong.

Pelajaran itu rupanya sampai ke hati para peserta. Saat ditanya apa yang mereka dapat dari permainan ini, Dima, Sobat Fase B, menjawab singkat, “Supportif dan saling menyemangati.”

https://www.instagram.com/reel/De_WgBaROoA/?utm_source=ig_web_button_share_sheet&cplk=MzRlODBiNWFlZA==

 

outbond kebersamaan bangunan saling menguatkan bersatu teguh kuat bergandengan

Kabar lainnya

← Semua kabar